Pertandingan play-off babak gugur Liga Champions Real Madrid di kandang Benfica terhenti selama sepuluh menit usai Vinícius Junior melaporkan dugaan pelecehan rasis, yang menyebabkan dirinya beserta rekan setim meninggalkan lapangan.
Wasit François Letexier melakukan gestur tangan bersilang sebagai sinyal pelecehan rasis setelah berkomunikasi dengan Vinícius. Gelandang Brasil tersebut sebelumnya telah membawa tim tamu asal Spanyol unggul 1-0 pada babak kedua di Estádio da Luz, sebelum akhirnya mendapat kartu kuning akibat perayaan gol yang dinilai berlebihan.
Usai interaksi dengan pemain Benfica, Gianluca Prestianni, Vinícius menghampiri wasit Letexier sambil menunjuk ke arah pemain lawan tersebut. Sebuah pernyataan dari Real Madrid menyebutkan bahwa Vinícius memberitahu wasit bahwa dirinya mengalami pelecehan rasis dari sang gelandang sayap Argentina itu.
Vinícius kemudian berjalan keluar lapangan dan diikuti oleh seluruh rekan setimnya. Namun, pertandingan dilanjutkan kembali sepuluh menit berselang, tepatnya pada menit ke-60. Laga tetap dimainkan hingga usai, dengan kemenangan 1-0 untuk Real Madrid setelah melalui tambahan waktu 12 menit, di mana sebuah benda yang dilemparkan dari tribun mengenai lengan Vinícius.
Usai pertandingan, Vinícius merilis pernyataan di Instagram yang mengutuk insiden tersebut. “Para rasis pada dasarnya adalah pengecut. Mereka perlu menyumpal mulut dengan kaos mereka sendiri untuk menunjukkan betapa lemahnya diri mereka,” ujar Vinícius.
“Namun, mereka mendapat perlindungan dari pihak-pihak yang seharusnya secara teoritis memiliki kewajiban untuk menghukum mereka. Tidak ada satupun kejadian hari ini yang baru dalam hidup saya atau hidup tim saya.”
“Saya menerima kartu kuning karena merayakan gol. Saya masih belum mengerti alasannya. Di sisi lain, itu hanyalah protokol yang dijalankan dengan buruk dan tidak memiliki tujuan apa pun.”
Prestianni membantah telah mengarahkan ujaran rasis kepada Vinícius. “Saya ingin klarifikasi bahwa sama sekali tidak pernah saya arahkan penghinaan rasis kepada Vini Jr, yang sayangnya salah paham terhadap apa yang ia duga ia dengar,” ujar pemain berusia 20 tahun tersebut.
“Saya tidak pernah rasis terhadap siapapun dan saya menyesali ancaman yang saya terima dari para pemain Real Madrid.”