Barcelona menampilkan comeback yang mengesankan untuk mengalahkan Atletico Madrid 3-1 dan memperlebar jarak menjadi empat poin di puncak klasemen La Liga.
Alex Baena membawa Atletico unggul lebih dulu pada hari Selasa, namun Raphinha menyamakan kedudukan untuk sang juara bertahan sebelum Dani Olmo dan Ferran Torres menceploskan gol untuk mengakhiri rekor 13 laga liga beruntun tanpa kekalahan dari tim tamu tersebut.
Rekomendasi Cerita
*Daftar 4 item*
*Akhir daftar*
Barca mungkin bisa lebih unggul dengan nyaman andaikan Robert Lewandowski tidak membuang tendangan penalti di babak pertama melebar di atas mistar.
Real Madrid, yang berada di posisi kedua, akan berkunjung ke Athletic Bilbao pada hari Rabu dengan tujuan mengejar Barca, sementara Atletico milik Diego Simeone berada di peringkat keempat, tertinggal enam poin dari katalan.
Ini adalah kemenangan liga kelima secara beruntun bagi Barca setelah kekalahan dalam El Clasico melawan Madrid pada Oktober lalu, namun mereka belum tampil secara konsisten dalam periode tersebut, dan penampilan melawan rival gelar ini memberikan suntikan semangat yang dibutuhkan bagi skuad Flick.
Mereka harus bermain tanpa bek Ronald Araujo, yang sedang mengambil istirahat untuk kesehatan mental menurut laporan media Spanyol, disamping gelandang Frenkie de Jong yang sakit serta para pemain absen jangka panjang lainnya.
Setelah dihajar Chelsea 3-0 pekan lalu di Liga Champions, dilanjutkan dengan kemenangan yang goyah atas Alaves untuk merebut posisi puncak di La Liga, gemuruh kecemasan terasa di Camp Nou.
Setelah awal pertandingan yang tegang, Atletico unggul dengan, dapat ditebak, sebuah umpan terobosan ke belakang garis pertahanan tinggi Barcelona yang terus-menerus diterapkan.
Baena menerobos ke arah gawang dan mengalahkan Joan Garcia, hampir tidak merayakannya karena ia mungkin merasa ada bendera offside yang diangkat asisten wasit di belakangnya.
Namun, tinjauan VAR menunjukkan pemain Spanyol itu sejajar dengan Pau Cubarsi saat memulai serangan dan gol tersebut dinyatakan sah.
Alex Baena merayakan gol pembukanya [David Ramos/Getty Images]
Barcelona merespons dengan cepat dan menyamakan kedudukan pada menit ke-26 ketika Pedri, yang kembali fit untuk starter, mengumpan matang untuk Raphinha.
Gelandang sayap asal Brasil itu, seorang pemain lain yang juga baru kembali dari cedera, membawa bola melewati Jan Oblak dan menendangnya masuk ke gawang kosong.
Barca seharusnya unggul tetapi Lewandowski menyia-nyiakan sebuah penalti, menendang tinggi dan melebar dari gawang Oblak setelah Pablo Barrios menjatuhkan Dani Olmo.
Veteran asal Polandia itu hampir menebus kesalahan sesaat kemudian namun Oblak dengan gemilang menghalau sundulan kepala darinya yang menerima umpan silang Lamine Yamal.
Raphinha melebarkan tendangannya di awal babak kedua padahal seharusnya ia menarget gawang, dan Giuliano Simeone gagal melepaskan tembakan bersih saat gawang terbuka di ujung lapangan lainnya.
Olmo, yang mencetak dua gol melawan Alaves pada Sabtu lalu, membawa Barcelona unggul dengan penyelesaian apik setelah Lewandowski berhasil mendorong bola ke jalannya.
Olmo memberikan keunggulan bagi Barca dengan gol yang dieksekusi dengan cerdik [David Ramos/Getty Images]
Olmo, seorang pengatur serangan yang kerap kesulitan menjaga konsistensi di Barca di tengah berbagai masalah fisik, mengalami cedera bahu saat mencetak gol dan digantikan oleh Marcus Rashford.
Pedri, yang mengendalikan permainan untuk Barca, juga terjatuh cedera setelah 70 menit dan Flick menariknya, dengan para penggemar berharap itu hanya sekadar insiden menjelang laga penting Liga Champions minggu depan melawan Frankfurt.
Pemain pengganti Atletico, Thiago Almada, memiliki peluang terbaik timnya untuk menyamakan kedudukan namun setelah menerobos masuk ke kotak penalti ia kehilangan keseimbangan dan menyempurnakan tendangannya melebar saat Joan Garcia berusaha menghalau.
Oblak melakukan penyelamatan dari Rashford pada masa injury time sebelum Alejandro Balde menemukan Torres untuk menyempurnakan kemenangan Barca dan meraup tiga poin vital bagi timnya dalam perburuan gelar sembari memberikan pukulan bagi ambisi Atletico sendiri.
Raphinha memuji ketahanan mental Barcelona dalam bangkit untuk meraih kemenangan.
“Yang penting adalah percaya pada proses kerja, kami tahu ini bisa terjadi di banyak pertandingan [tertunggak] tapi kami siap untuk bangkit dari belakang,” kapten Barcelona itu berkata kepada Movistar.
“Kami sedang mengumpulkan kepercayaan diri kami kembali. Kami tahu ini adalah laga kunci. Tiga poin sangat penting dan bisa menentukan gelar juara.”
Kiper Atletico menyatakan kekecewaannya atas peluang yang disia-siakan timnya.
“Kami perlu mencetak lebih banyak gol, Barcelona bermain baik hari ini dan memiliki banyak peluang. Kami punya dua peluang untuk menyamakan kedudukan tetapi itu tidak mungkin,” kata Oblak kepada Movistar.
“Permainan interior mereka menyebabkan kami masalah. Mereka berhasil menemukan celah dan memberi kami banyak kesulitan.”