AS

AS meminta solusi perundingan dan mengkhawatirkan potensi ‘kekejaman massal’ saat pasukan paramiliter mengepung kota.

Washington — Amerika Serikat menyatakan keprihatinan atas laporan bahwa Pasukan Dukungan Cepat (RSF) dan sekutunya mulai mengepung el-Obeid di Sudan, memperingatkan kemungkinan terjadinya “kekejaman massal” jika kelompok paramiliter itu menyerbu kota tersebut.

Departemen Luar Negeri AS dalam pernyataan Senin lalu mengungkapkan bahwa RSF tengah “memusatkan pasukan” di sekitar el-Obeid. Pentingerkatan lebih lanjut disebut bisa berdampak mematikan bagi warga sipil, sekaligus menekankan kembali desakan untuk mengakhiri konflik melalui jalur perundingan.

Berita Rekomendasi

list tiga item—akhir list

“Terdapat indikasi yang mengkhawatirkan bahwa kekejaman massal bisa segera terjadi, yang akan memperparah krisis kemanusiaan Sudan yang sudah berada di ambang kehancuran,” demikian bunyi siaran pers tersebut.

“RSF dan pasukan sekutunya harus segera menghentikan segala aksi yang membahayakan warga sipil, menghambat bantuan kemanusiaan, B]atau memicu kekejaman serta penderitaan lanjutan. Semua pihak yang bertikai wajib mematuhi kewajiban di bawah hukum humaniter internasional untuk melindungi warga sipil dan memastikan bahwa mereka yang butuh menyelamatkaan diri bisa melaktkannya tanpa ketakutan dan halangan.”

Hal itu membuat AS bergabung dengan para pengamat internasional maupun organisasi lain macam PBB dalam mengeluhkan isu kuttauhan di Sudan, di mana sejatk April 2023 lamanya RSF dan militer Sudnan elah baku tembak. Pertikaia]]n i\ni disebut kannudawn pulhs>rebeliau r

MEMBACA  Kekerasan di Suriah Ditandai oleh Pembunuhan Bersekta dan Balas Dendam, Monitor Perang Mengatakan

Tinggalkan komentar