Argentina Usir Diplomat Iran Soal Sengketa Daftar Hitam IRGC

Buenos Aires menuduh Tehran membuat dakwaan ‘ofensif’ terhadap Argentina setelah menyebut IRGC sebagai kelompok ‘teror’.

Diterbitkan pada 2 Apr 2026

Argentina telah mengeluarkan perintah pengusiran terhadap kuasa usaha Iran di Buenos Aires, Mohsen Tehrani, dengan menyatakannya sebagai persona non grata di tengah ketegangan yang memanas antara kedua negara.

Kementerian Luar Negeri Argentina pada Kamis menyatakan keputusan ini merupakan tanggapan atas pernyataan Iran sebelumnya yang menolak penetapan Buenos Aires terhadap Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) sebagai kelompok “teroris”.

Rekomendasi Cerita

Kementerian itu menyebut respons Iran mengandung “dakwaan-dakwaan palsu, ofensif, dan tidak berdasar terhadap Republik Argentina serta otoritas tertingginya”.

“Pernyataan-pernyataan ini merupakan campur tangan yang tak dapat diterima dalam urusan internal negara kami serta representasi yang keliru dan disengaja atas keputusan yang diambil sesuai hukum internasional dan hukum nasional,” tambahnya.

Kementerian Luar Negeri Iran telah mengutuk tindakan terhadap IRGC, menyebutnya sebagai “aksi yang melawan keamanan dan kepentingan nasional Iran”.

Tehran menyatakan keputusan Argentina dibuat “dengan pengaruh bujukan dan tekanan dari rezim Zionis genosida dan pendudukan”, merujuk pada Israel.

Iran menambahkan bahwa langkah memasukkan IRGC—yang merupakan bagian dari militer Iran—ke dalam daftar hitam “tidak hanya menimbulkan kerusakan serius pada hubungan bilateral Argentina dan Iran, tetapi juga menciptakan preseden berbahaya dalam hubungan antarpemerintah”.

AS memberi label IRGC sebagai kelompok “teroris” pada 2019, langkah yang kemudian diikuti beberapa negara lain. Uni Eropa juga memblacklist organisasi militer tersebut pada bulan Januari.

Argentina telah mengambil posisi sangat pro-Israel di bawah Presiden sayap kanan Javier Milei, yang baru-baru ini mendeskripsikan dirinya sebagai “presiden paling Zionis di dunia”.

Melei juga menyelaraskan diri dengan pemerintahan Presiden Donald Trump di Amerika Serikat, yang menyelamatkan ekonomi Argentina dengan suntikan dana $20 miliar tahun lalu.

MEMBACA  Siapakah Presiden Iran Ebrahim Raisi?

Israel memuji penetapan Buenos Aires atas IRGC sebagai kelompok “teroris”, dengan menyatakan bahwa hal itu “menempatkan Argentina, di bawah kepemimpinannya, di garis terdepan dunia bebas dalam perang melawan rezim teror Iran dan proksi-proksinya”.

Pada 2024, pengadilan Argentina memutuskan bahwa Iran bertanggung jawab atas pemboman pusat Yahudi di Buenos Aires pada 1994 yang menewaskan puluhan orang.

Iran telah membantah keterlibatannya dalam serangan itu, mencatat berbagai kontroversi dan alegasi penyelubungan yang membayangi penyelidikan selama beberapa dekade.

Pemerintah Milei mengutip serangan 1994 tersebut dalam keputusannya untuk memasukkan IRGC ke daftar hitam.

Pada Rabu, Iran menyatakan penyelidikan Argentina atas insiden itu telah dipengaruhi politik, sehingga menyebabkan “pertanyaan tak terhitung” seputar pemboman tersebut tetap tak terjawab.

Sebagai tanggapan, Kementerian Luar Negeri Argentina menuduh Iran gagal bekerja sama dengan penyelidikan atau menyerahkan tersangka dalam kasus tersebut.

“Republik Argentina tidak akan mentolerir keluhan atau campur tangan dari Negara yang secara sistematis gagal memenuhi kewajiban internasionalnya dan yang bersikukuh menghalangi kemajuan peradilan,” pernyataan itu berbunyi.

Tinggalkan komentar