Amerika Serikat bangga akan kebebasan berbicara, tapi apakah itu hanya berlaku untuk sebagian orang dan tidak untuk yang lain?
Di negeri yang mengagungkan demokrasi, kebebasan berekspresi, dan hak untuk protes, muncul pertanyaan menggelisahkan: Siapa yang boleh bersuara, dan siapa yang dibungkam?
Lebih dari 1.000 mahasiswa asing dan lulusan baru di seluruh AS dikabarkan visa mereka dicabut atau status hukumnya diubah. Sementara itu, warga Amerika sendiri menghadapi penahanan di bandara dan perbatasan, diinterogasi soal keyakinan politik, bahkan ponsel mereka diperiksa untuk konten yang kritis terhadap Presiden Donald Trump. Apakah kita sedang menyaksikan pengikisan diam-diam atas hak Amendemen Pertama?
Pembawa Acara: Stefanie Dekker
Tamu:
- Nora Benavidez — Pengacara hak sipil
- Conor Fitzpatrick — Penasihat senior di Yayasan untuk Hak dan Ekspresi Individu
- Tamara Turki — Mahasiswi Columbia University