Amerika Serikat telah memindahkan ribuan tahanan yang terkait dengan kelompok tersebut dari Suriah ke Irak.
Ketika Presiden AS Donald Trump, pada masa jabatan pertamanya, menyatakan bahwa ISIL (ISIS) telah dikalahkan, banyak petarung kelompok itu beserta keluarga mereka dikurung di Suriah timur laut.
Mereka tetap berada di sana, dalam penjara-penjara dan kamp-kamp, hingga perubahan dramatis terjadi di lapangan dalam beberapa pekan terakhir.
Artikel Rekomendasi
list of 3 items
end of list
Khawatir para tahanan mungkin melarikan diri, AS telah memindahkan lebih dari 5.700 tersangka petarung ISIL dari Suriah ke Irak.
Hal ini memicu keprihatinan serius dari kelompok-kelompok HAM, yang memperingatkan bahwa para tahanan kini beresiko menghadapi penyiksaan dan peradilan yang tidak adil.
Lantas, mengapa Washington memutuskan untuk mentransfer tahanan-tahanan tersebut? Dan apakah langkah ini dimotivasi oleh ketidakpercayaan terhadap pemerintahan Suriah yang baru?
Pemandu Acara: James Bays
Narasumber:
Zeidon Alkinani – Peneliti independen bidang politik identitas di Irak dan Timur Tengah
Colin Clarke – Direktur eksekutif The Soufan Center, sebuah konsultan intelijen dan keamanan global
Sarah Sanbar – Peneliti divisi Timur Tengah dan Afrika Utara di Human Rights Watch
Diterbitkan Pada 18 Feb 2026
Klik di sini untuk membagikan di media sosial