Paul Kirby
Editor Digital Eropa
Roberto Schmidt/Getty
Gambar-gambar yang berasal dari Minneapolis telah mengejutkan masyarakat Italia.
Badan imigrasi AS yang petugasnya terlibat dalam dua penembakan fatal di Minneapolis menyatakan akan mengirimkan agen untuk mendukung operasi keamanan Amerika selama Olimpiade Musim Dingin, yang dimulai di Italia pada 6 Februari.
Konfirmasi peran badan tersebut datang dari Immigration and Customs Enforcement (ICE), setelah laporan-laporan memicu kecemasan dan kemarahan di Italia.
"Ini adalah milisi yang membunuh… tentu saja mereka tidak diterima di Milan," ujar Wali Kota Beppe Sala kepada radio Italia, Selasa.
Juru bicara ICE menekankan bahwa "semua operasi keamanan tetap di bawah otoritas Italia."
Sumber kedutaan AS di Roma telah menjelaskan kepada media Italia bahwa berbagai badan federal telah bekerja pada Olimpiade sebelumnya, meski belum jelas apakah badan bea cukai dan penegakan hukum ini sendiri pernah berpartisipasi.
Pernyataan ICE pada Selasa menjelaskan bahwa "Homeland Security Investigations (HSI) ICE mendukung Diplomatic Security Service Departemen Luar Negeri AS dan negara tuan rumah untuk memeriksa dan mengurangi risiko dari organisasi kriminal transnasional."
Badan itu "jelas" tidak akan melakukan operasi penegakan imigrasi di luar AS, begitu pernyataan mereka.
Piero CRUCIATTI/AFP
Pasukan Italia di Milan – Olimpiade Musim Dingin Milan-Cortina berlangsung 6-22 Februari.
Menteri Dalam Negeri Italia, Matteo Pantedosi, awalnya tampak tidak menyadari bahwa pejabat imigrasi AS akan datang ke Olimpiade Milan-Cortina. Ia mengatakan bahwa sekalipun iya, delegasi asing boleh memilih keamanan mereka sendiri. "Saya tidak melihat masalahnya dan ini sangat normal," katanya.
Namun seiring merebaknya keterkejutan atas gambar dari Minneapolis, protes di Italia juga membesar bahwa petugas dari badan federal AS yang sama bisa muncul di jalanan Italia.
Pasca Alex Pretti ditembak di jalanan Minneapolis oleh agen federal Sabtu pagi, dua jurnalis penyiar publik Italia Rai diancam oleh petugas ICE saat meliput aksi badan tersebut di kota itu.
Laporan TV Rai menunjukkan satu agen memperingatkan kru bahwa jika terus merekam, kaca mobil mereka akan dihancurkan.
Gubernur wilayah Lombardy, Attilio Fontana, berusaha meredakan situasi dengan menyatakan bahwa agen ICE akan ditugaskan di Italia untuk melindungi Wakil Presiden AS JD Vance dan Menteri Luar Negeri Marco Rubio.
Lawan politik Perdana Menteri sayap kanan Giorgia Meloni, seperti Senator Bintang Lima Barbara Floridia, memperingatkan bahwa keheningan pemerintah yang berlanjut akan memberikan "bukti lebih lanjut atas sikap pengecut dan tunduk terhadap Donald Trump."
Menteri Dalam Negeri kemudian mengambil sikap lebih tegas, menegaskan pada Senin bahwa "ICE pasti tidak akan beroperasi di wilayah nasional Italia." AS belum mengomunikasikan daftar personel keamanan, dan keamanan dijamin oleh negara Italia, ujarnya.
Wali Kota Milan dari sayap kiri-tengah tidak terkesan.
"Saya percaya [agen ICE] seharusnya tidak datang ke Italia karena mereka tidak menjamin kesesuaian dengan cara demokratis kami dalam menjamin keamanan," kata Beppe Sala kepada radio RTL.