Afrika Selatan Tidak Takut Apa Pun Saat Australia Berusaha Balas Dendam di WTC | Berita Kriket

Pacer terkemuka Afrika Selatan, Kagiso Rabada, menyatakan sudah waktunya untuk melangkah maju dari euforia mengalahkan Australia di final Kejuaraan Tes Dunia, tetapi ia menegaskan timnya kini “tidak perlu takut apa pun” setelah akhirnya meraih trofi besar.

Rabada akan memimpin serangan Afrika Selatan saat mereka menghadapi Australia dalam tiga laga Twenty20 dan tiga pertandingan satu hari internasional yang dimulai di Darwin pada Minggu.

“Menurutku itu spesial, dan aku sudah melakukan banyak wawancara tentang hal itu sejak saat itu,” kata Rabada tentang kemenangan Afrika Selatan atas Australia di Lord’s bulan Juni lalu.

“Sudah waktunya untuk berjalan kedepan. Aku rasa kami takkan pernah melupakan itu sebagai tim, dan Afrika Selatan juga tidak, tapi sekarang saatnya fokus ke depan,” ujarnya dalam konferensi pers Kamis.

Kemenangan lima wicket di final WTC itu mengakhiri rentetan kegagalan Afrika Selatan di Piala Dunia limited-overs sebelumnya.

“Rasanya seperti kelegaan. Tapi pertunjukan terus berlanjut, dan dengan mendekati Piala Dunia T20, kurasa pendekatannya akan sedikit berbeda.”

“Sekarang, kau tahu, tidak ada lagi rasa takut terhadap apa pun.”

Rabada menikmati rivalitas antara Australia dan Afrika Selatan yang akan kembali terjadi.

“Selalu ada pertandingan kriket yang sengit dan berkualitas,” katanya. “Setiap kali melawan Australia, aku selalu merasa mereka mengeluarkan yang terbaik dari kami, karena mereka seperti selalu menekan. Dan kurasa kami menyukai itu.”

Rabada, yang berusia 30 tahun Mei lalu, belum bermain sejak final WTC di London.

“Syukurnya, aku dapat istirahat cukup panjang, jadi itu luar biasa. Perawatan harus terus dilakukan karena volume pertandingan kriket cukup padat.”

Tur ke Australia ini menjadi persiapan menuju Piala Dunia T20 tahun depan di India dan Sri Lanka, serta Piala Dunia 2027 di Afrika Selatan, dan tim berharap pengalaman ini bermanfaat bagi para pemain muda mereka.

MEMBACA  Pejabat Uni Eropa mengkritik Orban Hongaria atas sikap terhadap Ukraina, penurunan demokrasi | Berita Uni Eropa

“Bagiku, sangat menyenangkan melihat mereka bersemangat. Ini tentang melihat posisi kami sebagai tim, menuju semacam generasi baru,” tambah Rabada.