‘Absurd dan Provokatif’: Huckabee Dihujani Kritik atas Sikapnya Soal Perbatasan Israel

Mesir, Yordania, dan Arab Saudi kecam pernyataan Duta Besar AS yang mengisyaratkan Israel berhak atas sebagian besar wilayah Timur Tengah.

Dengarkan artikel ini | 3 menit

Duta Besar Amerika Serikat untuk Israel, Mike Huckabee, memicu gelombang kecaman dari negara-negara Arab dan Muslim setelah menyatakan Israel berhak memperluas wilayahnya di sebagian besar kawasan Timur Tengah.

Huckabee menyampaikan pernyataan itu dalam wawancara dengan komentator AS Tucker Carlson yang ditayangkan Jumat lalu, saat ia didesak mengenai batas-batas geografis Israel.

Rekomendasi Cerita

Carlson meminta Huckabee—seorang Zionis Kristen yang mengaku diri dan pendukung teguh Israel—untuk menjernihkan sikapnya mengenai janji alkitabiah tentang tanah yang membentang dari Sungai Efrat di Irak hingga Sungai Nil di Mesir untuk keturunan Abraham, serta apakah negara Israel modern berhak mengklaim garis keturunan itu.

“Tidak apa-apa jika mereka mengambil semuanya,” kata Huckabee.

Wilayah seperti itu akan meliputi Lebanon, Suriah, Yordania, dan sebagian Arab Saudi masa kini.

Duta Besar AS itu kemudian tampak menarik kembali klaimnya, dengan menyebutnya sebagai “pernyataan yang agak hiperbolik”. Ia juga menyatakan Israel tidak berniat memperluas wilayahnya dan berhak atas keamanan di tanah yang saat ini dipegangnya.

‘Retorika ekstremis’

Komentar Huckabee langsung menuai reaksi keras dari tetangga-tetangganya seperti Mesir dan Yordania, Arab Saudi, Organisasi Kerja Sama Islam, serta Liga Arab, yang dalam pernyataan terpisah menyebutnya sebagai “ekstremis”, “provokatif”, dan “tidak sejalan dengan posisi resmi Washington”.

Kementerian Luar Negeri Arab Saudi menggambarkan komentar Huckabee sebagai “retorika ekstremis” dan “tak dapat diterima”, serta menyerukan Kementerian Luar Negeri AS memberikan klarifikasi.

Kementerian Luar Negeri Mesir menyebut pernyataan itu sebagai “pelanggaran terang-terangan” terhadap hukum internasional, dan menambahkan bahwa “Israel tidak memiliki kedaulatan atas wilayah Palestina yang diduduki maupun tanah Arab lainnya.”

MEMBACA  Pilot F-16 Ukraina Tewas Saat Menangkis Serangan Udara Besar-besaran Rusia

Kementerian Luar Negeri Yordania menolaknya sebagai “pernyataan yang absurd dan provokatif,” sebuah pelanggaran norma diplomatik dan “penyusupan terhadap kedaulatan negara-negara di kawasan”.

“Pernyataan semacam ini—ekstremis dan tanpa dasar yang kuat—hanya akan memanas-manasi sentimen serta membangkitkan emosi keagamaan dan kebangsaan,” demikian pernyataan Liga Arab.

Huckabee, yang dicalonkan Presiden AS Donald Trump sebagai dubes pada 2024, telah lama menentang gagasan solusi dua negara bagi Israel dan rakyat Palestina, serta menyangkal keberadaan pendudukan ilegal Israel di Tepi Barat. Kembali pada 2008, Huckabee bahkan mempertanyakan identitas Palestina secara keseluruhan, dengan berkata, “Sebenarnya tidak ada yang namanya orang Palestina.”

Pada 2024, Mahkamah Internasional memutuskan bahwa pendudukan Israel atas wilayah Palestina adalah ilegal dan harus dihentikan segera.

Namun, hukum Israel tidak secara jelas menetapkan batas-batas negaranya. Israel juga menduduki Dataran Tinggi Golan di Suriah, yang dianeksasinya secara ilegal pada 1981.

AS merupakan satu-satunya negara yang mengakui klaim kedaulatan Israel atas wilayah Suriah tersebut, dan itu baru terjadi sejak 2019, selama masa jabatan pertama Trump sebagai presiden.

Setelah perang 2024 dengan Hezbollah, Israel juga mendirikan pos-pos militer di lima titik di dalam wilayah Lebanon.

Sejumlah politisi Israel, termasuk Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, secara terbuka mendorong gagasan “Israel Raya” dengan perbatasan yang diperluas.

Tinggalkan komentar