Subsidi Minim, Pergerakan Saham EV di Pasar: Apa yang Terjadi dengan Saham-Saham Terkait?

Pada perdagangan sesi I hari ini, sejumlah emiten yang terkait dengan industri kendaraan listrik (Electric Vehicle/EV) menunjukkan pergerakan saham yang beragam di pasar, terutama saat subsidi kendaraan listrik minim terjadi. Beberapa perusahaan tersebut antara lain PT TBS Energi Utama Tbk. (TOBA), PT Gaya Abadi Sempurna Tbk. (SLIS), PT NFC Indonesia Tbk. (NFCX), PT Indika Energy Tbk. (INDY), dan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. (WIKA).

Data dari RTI Business pukul 11.00 WIB menunjukkan pergerakan saham-saham EV yang cenderung menguat secara bervariasi. NFCX, INDY, WIKA, dan TOBA menunjukkan penguatan, sementara SLIS berada dalam tren penurunan. Saham TOBA naik sebesar 3,25% ke level Rp254 per saham. Selama sesi perdagangan, saham TOBA bergerak di kisaran Rp248 hingga Rp260 per saham setelah dibuka pada posisi Rp248, dengan kapitalisasi pasar mencapai Rp2,06 triliun. Meskipun demikian, secara akumulasi, saham TOBA mencatat penurunan kinerja sebesar 58,02% year to date.

Sebelumnya, TOBA bekerja sama dengan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) untuk memproduksi massal Electrum, menggunakan platform desain dari Dassault Systemes. Saham NFCX juga mengalami kenaikan sebesar 0,42% menjadi Rp5.950 per saham. Saham ini bergerak di kisaran Rp5.850 hingga Rp6.000 per saham, dengan akumulasi penurunan sebesar 25,63% year to date dan kapitalisasi pasar sebesar Rp3,97 triliun.

Di sisi lain, Grup MCAS, produsen motor listrik dengan merek Volta, telah berhasil mengemas 6.000 unit pesanan pembelian yang menggunakan subsidi pemerintah. Saham INDY juga menunjukkan tren positif dengan naik sebesar 1,02% ke level Rp1.490 per saham. Selama sesi perdagangan, saham INDY bergerak di kisaran Rp1.485 hingga Rp1.505 setelah dibuka pada level Rp1.500 per saham. Meski demikian, saham INDY mencatatkan penurunan sebesar 45,42% year to date dengan kapitalisasi pasar mencapai 7,76 triliun.

MEMBACA  Pandangan Neo-Wicksellian tentang Siklus Bisnis

Dalam rangka memperluas bisnisnya di ekosistem EV, INDY mendirikan anak usaha baru, PT Kalista Nayara Dayautama (KND), yang berfokus pada pengisian daya kendaraan listrik dan perdagangan besar untuk peralatan instalasi penyediaan tenaga listrik.