Waktu: Mata Uang Baru dalam Berbagi

Di musim liburan ini, banyak keluarga merasa terbebani. Keuangan terbatas dan hidup terasa berat. Tapi ada perubahan halus yang terjadi di seluruh negara. Lebih banyak orang Amerika menemukan bahwa kemurahan hati punya banyak bahasa. Menurut Laporan Tren 2025 dari Johnson Center untuk Filantropi, organisasi nirlaba membuat cara-cara baru untuk orang memberi melalui pelayanan, bimbingan, dan dukungan barang. Kesempatan ini melengkapi filantropi tradisional dan bersama-sama membuat memberi lebih mudah diakses dari sebelumnya.

Bagi kami, perubahan ini sangat masuk akal. Sebagai ibu, hadiah paling berharga yang kami berikan adalah hadiah waktu. Percakapan larut malam. Menit ekstra sebelum tidur. Saat-saat anak kita butuh kenyamanan atau bimbingan. Waktu adalah cara kita mengajar anak-anak kita tentang siapa kita.

Layanan masyarakat bekerja dengan cara yang sama. Itu menghubungkan kita. Itu menyembuhkan kesepian. Itu mengajak kita jadi bagian dari hal yang lebih besar. Dan itu selalu jadi inti dari keluarga kami.

Melalui Realize the Dream, gerakan yang dipimpin keluarga King, kami mengajak orang Amerika untuk mencapai 100 juta jam layanan masyarakat sebelum ulang tahun ke-100 Dr. Martin Luther King Jr. di tahun 2029. Bukan untuk angka, tapi untuk apa yang diajarkan jam-jam itu pada kita dan anak-anak tentang cinta dalam tindakan. Keluarga Curry jadi Duta Utama Mimpi dan berkomitmen memimpin usaha ini, tidak hanya di publik tapi juga di rumah, dimana mereka berkontribusi pada tujuan 100 juta jam ini bersama komunitas di seluruh negara.

Kami sudah lihat kekuatan ini melalui Eat. Learn. Play., yayasan yang Ayesha dirikan dengan suaminya, Stephen Curry. Di seluruh kota, relawan telah mengubah halaman sekolah jadi tempat anak bisa bermain, belajar, dan bermimpi. Awal musim gugur ini, lebih dari 300 relawan berkumpul untuk mengubah halaman sekolah MLK Jr. Elementary School di Oakland. Bersama, kami mengubah aspal retak dan peralatan tua jadi tempat hidup yang dirancang anak, dengan struktur bermain baru, lapangan olahraga, mural, kebun, dan area belajar luar ruang. Dalam satu hari, keluarga, guru, tetangga, dan mitra mencatat lebih dari 1.200 jam relawan, menciptakan halaman sekolah yang sekarang dipakai setiap hari oleh lebih dari 400 murid. Di inisiatif halaman sekolah yang lebih luas, hampir 5.000 relawan telah membantu merenovasi 23 halaman sekolah dalam tahun-tahun terakhir dan komunitas ini akan tetap penting sampai setiap anak di Oakland punya halaman sekolah yang mereka layak dapatkan.

MEMBACA  Uni Eropa membutuhkan kompas geopolitik baru

Orang tua bilang anak mereka tidak sabar sampai ke sekolah keesokan paginya. Guru bercerita murid mulai bermain bersama lintas kelas dengan cara yang belum pernah mereka lihat sebelumnya. Saat keluarga datang untuk mengecat, menanam, dan membangun, mereka menciptakan lebih dari sekadar tempat yang indah. Mereka menciptakan rasa memiliki.

Gerakan memberi kolektif membuktikan bahwa orang lapar akan hubungan. Lebih dari tiga ratus tujuh puluh ribu orang Amerika telah berkontribusi lebih dari tiga miliar dolar dengan menggabungkan sumber daya, waktu, dan keterampilan. Orang ingin melayani. Mereka ingin memberi dengan cara yang terasa pribadi dan langsung.

Layanan tidak perlu rumit. Kamu bisa baca buku dengan anakmu di perpustakaan. Kamu bisa bantu tetangga. Kamu bisa sajikan makanan di penampungan lokal. Kamu bisa donasikan mainan sebagai keluarga. Kamu bisa bimbing remaja yang butuh dorongan semangat. Kamu bisa dukung organisasi yang misinya menyentuhmu.

Keindahan momen ini adalah bahwa memberi sedang meluas, bukan mengganti. Kontribusi keuangan tetap penting untuk mendukung pekerjaan. Layanan menghidupkan pekerjaan itu. Bersama mereka menciptakan sesuatu yang lebih kuat daripada sendiri-sendiri.

Anak-anakmu memperhatikan. Mereka akan ingat bukan hanya apa yang kamu katakan tentang kebaikan, tapi bagaimana kamu mempraktikkannya.

Untuk Giving Tuesday ini, kami harap terutama para ibu merasa terdorong untuk memberi dengan cara yang paling mereka kuasai. Melalui kehadiran. Melalui kasih sayang. Melalui dukungan yang bisa mereka tawarkan. Melalui tindakan kecil peduli yang diam-diam membentuk dunia.

Waktu adalah hadiah yang setiap keluarga punya. Dan ketika kita memberikannya dengan bebas, kita menciptakan budaya pelayanan yang akan membawa anak-anak kita jauh melampaui musim ini.

Ayesha dan Stephen Curry (kiri) dan Arndrea Waters King serta Martin Luther King III (kanan), yang berada di belakang Eat.Learn.Play. dan Realize the Dream, secara berurutan.

MEMBACA  Harapan Pemulihan Kantor pada Tahun 2025 Sementara Saham Properti Lain Mengalami Masalah

dari Arndrea Waters King dan Ayesha Curry

Pendapat yang diungkapkan dalam artikel komentar Fortune.com adalah pandangan penulisnya saja dan tidak selalu mencerminkan pendapat dan keyakinan Fortune.