Presiden dan COO Blackstone, Jon Gray, mengatakan bahwa jeda dalam dealmaking akibat tarif Presiden Trump sudah berakhir.
Gray, eksekutif nomor dua di Blackstone setelah CEO Stephen Schwarzman, menjelaskan ke analis bahwa mereka mempunya pipeline IPO terbesar sejak 2021. Schwarzman juga menekankan bahwa mereka sedang mempersiapkan beberapa perusahaan untuk go public dalam beberapa kuartal mendatang.
Saham Blackstone naik lebih dari 4% pada hari Kamis, meski masih kalah dari indeks saham utama yang mencapai rekor.
Pernyataan ini mirip dengan apa yang dikatakan pemimpin bank-bank besar Wall Street minggu lalu. Mereka bilang klien korporat sudah terbiasa dengan ketidakpastian perdagangan dan tetap melanjutkan rencana merger, raising debt, atau IPO.
"Boardroom sekarang lebih menerima ketidakpastian," kata CEO Morgan Stanley, Ted Pick, pada 16 Juli. CEO Citigroup, Jane Fraser, menambahkan bahwa volatilitas mungkin akan menjadi bagian dari new world order.
Tiga bulan lalu, suasana suram melanda Wall Street karena jeda dealmaking dan kekacauan pasar setelah pengumuman tarif Trump. Tapi sekarang, optimisme kembali muncul berkat IPO yang panas dan merger besar-besaran, termasuk pembicaraan antara Union Pacific dan Norfolk Southern yang bisa jadi deal terbesar di industri kereta.
"Lingkungan baru — suku bunga rendah, ketidakpastian berkurang, pertumbuhan ekonomi — adalah resep sempurna untuk menghidupkan kembali M&A dan IPO," kata Gray. Schwarzman, pendukung Trump di Wall Street, yakin arahnya menuju resolusi lebih banyak.
Blackstone melampaui ekspektasi laba kuartal kedua dengan aset naik 13% jadi $1,21 triliun. Laba keseluruhan naik 72% ke $764 juta dibanding tahun lalu. Divisi kredit dan asuransi menyumbang setengah dari inflow $52 miliar.
David Hollerith adalah reporter senior Yahoo Finance yang meliput perbankan, kripto, dan keuangan. Emailnya [email protected].
Klik di sini untuk analisis mendalam berita pasar saham terbaru
Baca berita keuangan dan bisnis terbaru dari Yahoo Finance