Uji Sopir Taksi CEO Duolingo: Penentu Perekrutan Sebelum Wawancara Dimulai

Di Duolingo, wawancara kerja sudah mulai saat calon karyawan naik mobil dari bandara.

Luis von Ahn, CEO dan salah satu pendiri aplikasi belajar bahasa itu, cerita di podcast The Burnouts. Dia bilang, cara calon karyawan memperlakukan supirnya bisa pengaruhi keputusan perekrutan, meskipun CV mereka bagus dan wawancaranya lancar.

Pengusaha itu ingat waktu perusahaannya cari seorang kepala keuangan (CFO) selama setahun. Calonnya punya CV kuat dan disukai panitia wawancara.

Tapi ternyata, calon itu bersikap kurang baik ke supirnya dari bandara ke kantor. “Itu yang membuat kami tidak mempekerjakan dia,” kata von Ahn.

CEO Duolingo tahu ini karena dia bayar supir taksi untuk menilai sikap calon karyawan. Katanya, kalau mereka jahat ke supir, kemungkinan besar mereka juga akan jahat ke orang lain, terutama bawahan mereka.

Menurut von Ahn, sangat penting untuk mempekerjakan orang yang tepat karena perusahaan banyak pakai AI. Dia pernah bilang akan ganti karyawan kontrak dengan AI.

“Kami tidak bisa nunggu teknologinya sempurna 100%,” tulisnya di LinkedIn. “Lebih baik bergerak cepat meski kualitas kadang turun sedikit, daripada lambat dan ketinggalan zaman.”

Meski tes supir taksi ini tidak biasa, di pasar kerja yang sulit sekarang, kandidiat sering dinilai dengan cara yang tak mereka sadari.

Pasar kerja di mana setiap detail penting

Pendekatan ini muncul saat dapat kerja terasa sangat sulit. Lowongan kerja di teknologi turun banyak, sekitar 36% dibanding sebelum tahun 2020. Lebih dari 40.000 pekerja teknologi juga sudah di-PHK tahun ini.

Proses wawancara juga jadi lebih panjang dan rumit. Calon bisa menghadapi lima sampai delapan ronde wawancara, presentasi, dan tes kepribadian. Rata-rata, butuh waktu 36 hari dari buka lowongan sampai tawaran kerja.

MEMBACA  Kelebihan dan Kekurangan Sekolah Negeri Vs Swasta, Penting bagi Orang Tua dan Siswa untuk Mengetahui Sebelum Mendaftar PPDB 2024.

Selain itu, penilaian budaya dan karakter juga jadi bagian standar, bahkan saat kandidat tidak tahu sedang dinilai.

CEO lain dengan cara rekrutmen yang unik

CEO Duolingo bukan satu-satunya yang melihat lebih dari CV dan wawancara.

Trent Innes, seorang pimpinan di SiteMinder, pakai “tes cangkir kopi” untuk menilai calon. Saat wawancara, dia ajak calon ke dapur untuk ambil minuman.

Yang dia perhatikan adalah, apakah calon mau bawa kembali cangkir kosong itu ke dapur setelah wawancara selesai? Kalau tidak, itu pertanda buruk.

Katanya, keterampilan bisa dipelajari, tapi sikap sulit diubah. Konsepnya adalah “cuci cangkir kopimu sendiri”.

Bahkan tanpa tes aneh, banyak CEO terkenal bilang kecerdasan jalanan dan sikap sangat penting. Amazon dan CEO JPMorgan Chase, Jamie Dimon, sangat menekankan hal ini.

“Saya peduli bagaimana kamu memperlakukan teller, satpam, dan resepsionis kami, sama seperti cara kamu memperlakukan CEO,” kata Dimon dalam sebuah wawancara.

Tinggalkan komentar