Perusahaan TJX (NYSE: TJX) udah terkenal karena kasih nilai bagus buat pelanggan dan juga pemegang saham jangka panjang. Tapi, sahamnya naik 34% tahun lalu dan sekarang diperdagangkan sekitar 32 kali lipat dari perkiraan pendapatan tahun ini. Jadi, tawaran nilai buat investor mungkin mulai berkurang.
Secara operasional, bisnisnya masih kuat. Di kuartal pertama, penjualan di toko yang sama naik 6%, karena banyak pelanggan datang dan belanja lebih banyak. Pertumbuhan seimbang di TJ Maxx, Marshalls, dan HomeGoods—yang punya pertumbuhan 9%—nunjukin perusahaan ini masih bisa menarik banyak pelanggan dari berbagai kalangan.
Pengalaman belanja “berburu barang” dari perusahaan ini udah jadi kelebihan yang kuat, terutama buat pembeli muda. Menurut manajemen, pembeli Gen Z dan milenial sekarang jadi pelanggan baru paling banyak.
Marjin TJX juga lagi naik, sementara banyak toko lain mengalami tekanan. Marjin kotor naik hampir 2%, jadi 31,3% di kuartal ini.
Sumber gambar: Getty Images
Model beli yang oportunis
Rekam jejak pengecer ini datng dari kemampuannya memanfaatkan perubahan tren fashion. Saat banyak perusahaan kesulitan dengan kelebihan stok, TJX memanfaatkannya dengan beli barang dengan diskon besar di masa sulit.
Perusahaan ini punya hubungan dengan lebih dari 21.000 pemasok, jadi bisa dapet akes ke barang-barang bermerk dengan harga murah. Ini bikin TJX bisa jual barang dengan harga 20–60% lebih rendah dari toko biasa. Tawaran ini terus bikin pelanggan datang ke tokonya.
Dengan lebih dari 5.200 toko di seluruh dunia, butuh kreativitas buat terus tumbuh. Manajemen udah kasih rencana tambah 1.800 toko lagi di pasar yang sudah ada sekarang.
Banyak pertumbuhan ini fokus ke pasar perabotan rumah di AS, yang menurut manajemen nilainya lebih dari $30 miliar. Perusahaan baru aja naikin target toko HomeGoods di AS dari 1.000 jadi 1.800.
Bersama format Homesense yang juga bertumbuh, bisnis ini bikin untung sambil ngimbangin bisnis pakaian yang sudah matang, dan hampir gak ada saingan di kategori diskon.
Harga tinggi buat kualitas
Meski pertumbuhan di AS bagus, toko internasional masih kurang untung. Marjin laba segmen TJX International cuma 4,6% di kuartal pertama, bandingin sama segmen lain yang 10–15%.
Tahun lalu, perusahaan hasilkan hampir $5 miliar arus kas bebas dan punya keuangan kuat dengan $2,7 miliar kas bersih. Ini bikin manajemen bisa sabar berinvestasi, kayak masuk ke kategori baru biar pasar mereka lebih besar.
Setelah naiknya bagus, perusahaan harus terus kinerja bagus dan naikin marjin. TJX tetap jadi salah satu perusahaan retail paling bagus, dan kategori diskon masih menarik buat investasi, tapi dengan harga 30 kali pendapatan, mungkin yang terbaik adalah sabar.
Haruskah beli saham TJX sekarang?
Sebelum beli, simak ini:
Tim analis Stock Advisor Motley Fool baru nemuin 10 saham terbaik… tapi TJX tidak masuk. 10 saham itu bisa hasil cuan besar di tahun depan. Coba liat Netflix pas masuk 17 Desember 2004… modal $1.000, jadinya $417.305! Atau Nvidia April 2005… $1.000 jadinya $1.293.148!
Rata-rata total return Stock Advisor adalah 936%—lebih bagus dari S&P 500 yang cuma 209%. Jangan sampai ketinggalan daftar 10 besar terbaru. Gabung dengan Stock Advisor sekarang.
*Return Stock Advisor per 20 Juni 2026.
<p classD" border="