Kamu ngga sendirian kalau selama setahun terakhir sering ngecek saldo rekening bank. Hampir semua orang Amerika sedang memikirkan ulang keuangan mereka karena rasa khawatir tentang uang meningkat, menurut studi baru dari Wells Fargo.
Survei terhadap lebih dari 3.700 orang dewasa di AS menemukan bahwa 86% responden mengubah cara, tempat, dan apa yang mereka beli. Dua pertiganya juga menunda pengeluaran atau pembayaran.
Menurut Emily Irwin dari Wells Fargo, orang-orang ingin mengendalikan keuangan mereka dan merasa lebih positif ketika mereka merasa punya kendali.
Sementara itu, 84% orang lebih memilih berhenti dari media sosial selama setahun. Hanya 16% yang mau berpisah dari aplikasi perbankan seperti Robinhood, Nerdwallet, atau bank biasa.
Hal ini mengikuti tren di mana lebih banyak orang Amerika ingin lebih sengaja mengatur uang mereka saat merasa kehidupan finansial mereka "berantakan," kata Irwin.
"Mereka ingin memantau keuangan mereka," jelasnya. "Mereka ingin mengurangi gangguan atau godaan—terkadang godaan yang positif—supaya bisa fokus pada tujuan uang mereka, baik jangka pendek maupun panjang."
Menggunakan Media Sosial dan AI untuk Nasihat Keuangan
Saat orang-orang ingin lebih mengendalikan keuangan, mereka mencari nasihat di luar perbankan tradisional. Gen Z makin sering pakai media sosial untuk memutuskan di mana menaruh uang, menurut studi. Sebanyak 44% mengandalkan video YouTube dan 34% pakai Instagram atau TikTok.
Selain itu, hampir seperlima orang dewasa AS melaporkan menggunakan AI untuk nasihat keuangan tahun lalu. Penggunaan AI oleh Gen Z dua kali lebih banyak. Sekitar 80% pengguna AI memakainya untuk edukasi keuangan, seperti belajar perbedaan 401(k) tradisional dan Roth. Tiga perempatnya menanyaikan tentang strategi finansial, kata Irwin.
Dua pertiga orang yang minta nasihat uang dari AI kemudian bertindak sesuai sarannya. Dari kelompok itu, 90% berkata sarannya menguntungkan atau berharga. Tapi, kata Irwin, masih pertanyaan apakah nasihat AI menguntungkan untuk jangka panjang.
"AI adalah sumber yang bagus untuk edukasi dan bertanya hal-hal yang mungkin membingungkan," ujarnya. Tapi dia ingatkan agar orang berhati-hati saat AI menawarkan rencana strategis. "Sebaiknya, sebelum menjalankan strategi meskipun menguntungkan, pastikan kita pahami semua pilihan alternatifnya agar strategi bisa diterapkan dengan tepat."