Perusahaan Michael Saylor, Strategy Inc., baru saja beli Bitcoin senilai hampir $1,6 miliar. Ini pembelian terbesar mereka sejak bulan Januari. Mereka pakai dana dari sekuritas baru yang janjikan investor imbal hasil 11.5% per tahun, yang dijamin oleh Bitcoin itu sendiri.
Berdasarkan laporan resmi, perusahaan—yang dulunya bernama MicroStrategy—membeli 22,337 Bitcoin antara tanggal 9 dan 15 Maret. Sekitar $400 juta dananya datang dari penjualan saham biasa. Sisanya, $1.2 miliar, didapat dari penjualan saham preferen “Stretch”. Saham preferen ini mirip obligasi yang tidak pernah jatuh tempo, dan dividennya dibayar dari kepemilikan Bitcoin Strategy.
Ini pertama kalinya dalam beberapa minggu Strategy lebih mengandalkan saham Stretch untuk danai pembelian Bitcoin. Mereka pasarkan sekuritas ini sebagai cara untuk terpapar Bitcoin tanpa harus mengalami volatilitasnya yang tinggi.
Strategy punya mesin pendanaan berlapis: mereka terbitkan utang, saham preferen, dan saham biasa—semuanya untuk beli Bitcoin. Setiap lapisan menawarkan risiko dan imbal hasil berbeda, tapi semuanya bergantung pada satu hal: harga Bitcoin yang harus terus naik.
Menariknya, ada perusahaan lain yang mau beli saham preferen Stretch ini: Strive Inc., perusahaan yang juga bergantung pada harga Bitcoin. Strive, yang didirkan mantan calon presiden AS Vivek Ramaswamy, alokasikan $50 juta (lebih dari sepertiga treasury perusahaan) untuk sekuritas ini.
Strive sendiri sudah pegang sekitar 13,300 Bitcoin. Dengan beli Stretch, mereka berharap bisa dapat hasil dua digit dari uang tunai cadangannya, yang biasanya dapat hasil rendah di dana pasar uang.
CEO Strive, Matt Cole, bilang ini cara untuk meningkatkan efisiensi neraca sambil menjaga likuiditas. Namun, ini juga berarti Strive menanggung risiko ganda. Jika Strategy gagal bayar atau harga Bitcoin jatuh, Strive bisa dalam masalah besar. Seorang manajer portofolio bilang, pemegang saham Strive harusnya marah dengan keputusan ini.
Harga saham Stretch sendiri bisa naik turun, dan tidak dijamin selalu di harga $100. Bulan lalu harganya pernah jatuh sampai $93.67. Namun untuk Strategy, saham preferen ini memberi cara untuk terus beli Bitcoin tanpa memberatkan pemegang saham biasa, yang harganya sudah turun 50% dalam setahun terakhir.
Yang luar biasa dari eksperimen Strategy bukanlah satu jenis sahamnya, tetapi bahwa sekarang ada ekosistem perusahaan yang saling menerbitkan, membeli, dan memegang sekuritas yang semuanya bergantung pada asumsi yang sama: harga Bitcoin tidak boleh turun terlalu jauh atau terlalu lama.
Bitcoin sendiri masih sangat fluktuatif tahun ini, diperdagangkan sekitar $74,000 dengan kenaikan lebih dari 10% bulan ini. Saham biasa Strategy, yang sering jadi proksi Bitcoin, juga naik sekitar 14% bulan Maret. Perusahaan ini sekarang pegang lebih dari 761,000 Bitcoin, senilai sekitar $58 miliar.