Oleh Akash Sriram dan Jemima Denham
NEW YORK/LONDON, 18 Juni (Reuters) – Perusahaan-perusahaan antariksa sudah mulai bicara dengan perusahaan asuransi tentang perlindungan untuk pusat data AI di orbit. Ini tandanya industri yang masih eksperimen ini mulai maju, didukung oleh SpaceX milik Elon Musk dan Blue Origin milik Jeff Bezos.
Ide soal satelit pusat data — yang dirancang untuk menghindari keterbatasan listrik di Bumi — makin populer sejak Musk bilang ini adalah masa depan pengembangan AI, sebelum pencatatan saham publik SpaceX yang memecahkan rekor bulan ini. Mendapatkan asuransi sangat penting bagi perusahaan yang ingin menjadikan pusat data orbit dari sekedar ide jadi kenyataan. Tanpa perlindungan untuk peralatan mahal dan risiko yang ada, akan susah untuk menarik pinjaman yang diperlukan buat memperbesar proyek ini.
Blue Origin dan berbagai startup antariksa lain, seperti Orbital, Starcloud, Lonestar Data Holdings, dan Cowboy Space, juga udah kasih tahu niat mereka untuk meluncurkan pusat data yang ada di luar angkasa.
Reuters bicara dengan empat broker dan penjamin asuransi, serta tiga perusahaan antariksa. mereka bilang sudah ada pembicaraan tentang asuransi pusat data di orbit, meski baru sebatas awal.
Broker asuransi Marsh bilang beberapa perusahaan sudah mendatangi perusahaan asuransi untuk tau seperti apa perlindungan buat pusatdata orbit nantinya, tapi mereka sebutkan nama perusahaan tersebut.
“Kami mulai lihat perusahaan yang fokus di pusat data dan perusahaan yang fokus soal infrastruktur digital mulai mencari dukungan dari komunitas asuransi,” kata Patton Kline, pimpinan praktik penerbangan dan antariksa AS di Marsh.
Lonestar bilang baru-baru ini mengadakan briefing di kantor Marsh untuk pasar asuransi Lloyd’s of London, dihadiri sekitar 25 perusahaan asuransi.
SpaceX dan Blue Origin belum balas permintaan komentar.
AI DI ORBIT ITU HAL BARU BAGI ASURANSI
Perusahaan asuransi sudah melindungi kegagalan peluncuran, kerusakan satelit, sampah antarika, dan cuaca luar angkasa dalam pasar antariksa global yang menghasilkan sekitar $500 juta premi setiap tahun, menurut eksekutif industri dan perusahaan asuransi Axa XL.
Tapi meskipun perusahaan asuransi udah punya pengalaman puluhan tahun melindungi satelit, mereka kurang punya data tentang infrastkruktur AI di orbit.
“Pembicaraan di pasar sekarang lebih soal apa risikonya bisa dimodelin, bukan soal berapa preminya,” kata Kasey Roh, kepala Upstage AI di AS, yang kembangkan perangkat AI buat perusahaan asuransi.
Sebagian dari tantangannya ada di soal menilai nilai chips AI yang cepat manjadi canggih, chip itu bisa rentan sama kondisi keras di luar angkasa, kata CEO Orbital Euwyn Poon.
David Wade, penjamin asuransi antariksa dari Atrium belum selesai katakan bahwa startup yang didukung modal ventura mau diperluas dulu sebelum ada pasar asuransi yang beeg buat pusat data di orbit.