S&P 500: Nasib 5 Investor Suram Pasca AS Klaim 10% Saham Intel

Investor swasta terbesar di Intel (INTC) sekarang jadi nomor dua.

Pemerintah Amerika beli 10% saham di perusahaan chip yang lagi susah ini — mereka harap bisa bantu perusahan semikonduktor dari AS supaya tetap jalan. Berdasarkan analisa dari Investor’s Business Daily tentang data kepemilikan dari S&P Global per 21 Agustus, investasi ini bikin pemerintah AS jadi pemilik saham terbesar Intel.

Ini bisa jadi pukulan untuk lima investor swasta yang sebelumnya pegang saham terbesar. Investor-investor itu kebanyakan adalah perusahaan ETF besar seperti BlackRock, Vanguard Group, State Street Global ditambah UBS Asset Management dan Geode Capital.

Beberapa orang khawatir kalau nasionalisasi bukan cara yang tepat untuk perbaiki Intel. “Saya sudah lama di bisnis ini, dan saya tidak pernah liat pemerintah melakukan investasi yang cerdas ketika mereka masuk ke sektor swasta,” kata Nancy Tengler, CEO dan CIO di Laffer Tengler Investments.

Menggeser Investor Swasta

Seblumnya, pemilik saham Intel terbesar adalah BlackRock dan Vanguard. BlackRock, yang mengelola ETF iShares, pegang saham senilai $9.2 miliar di perusahaan, yaitu sekitar 8.9%. Sebelum pemerintah AS masuk, tidak ada yang punya bagian lebih besar dari mereka.

Lalu diikuti oleh Vanguard, yang punya saham senilai $9.1 miliar, yaitu 8.8% dari total. Keduanya sekarang turun peringkatnya di bawah pemerintah AS dalam struktur kepemilikan.

Apakah Nasionalisasi Solusinya?

Melihat pergerakan saham Intel, tidak banyak investor yang mau beli. Sahamnya hampir tidak naik dalam 10 tahun.

Beberapa mungkin senang bahwa SoftBank dari Jepang berencana investasi $2 miliar untuk dapat 2% saham. Tapi, melibatkan pemerintah AS mungkin tidak akan berhasil seperti yang diharapkan.

“Secara umum, Intel sudah sangat tertinggal dalam hal teknologi. Mungkin ini ada tujuannya, tapi saya tidak lihat manfaatnya untuk pembayar pajak Amerika, juga tidak untuk industri chip. Biarkan sektor swasta yang ambil alih. Mereka akan perbaiki masalahnya dengan cepat,” kata Tengler.

MEMBACA  Saham teknologi, kripto bangkit setelah Trump menghentikan tarif timbal balik

Pemilik Saham Intel Terbesar