Siapa Bret Johnsen, CFO SpaceX di Balik IPO Bersejarah Perusahaan?

Sementara Elon Musk tambah jauh memimpin sebagai orang terkaya di dunia, IPO SpaceX yang bikin dia jadi triliuner diam-diam sudah ningkatin kekayaan ribuan karyawannya—dari tukang las sampai para tangan kanan setianya.

Di antara kerumunan orang itu ada Bret Johnsen, yang udah jadi satu-satunya CFO perusahaan dan bertindak sebagai arsitek di balik IPO terbesar dalam sejarah. Bagian sahamnya di perusahaan sekarang udah lebih dari sekitar $1,4 miliar, artinya begitu SpaceX go public, dia langsung jadi miliuner dalam semalam.

Musk merekrut Johnsen sebagai CFO pada tahun 2011 secara khusus buat memandu SpaceX melalui IPO-nya.

"Penglalamannya pasti sangat berharga buat SpaceX waktu kita nerapin standar dan proses keuangan yang dibutuhkan agar memungkinkan menjadi perusahaan publik," kata Musk dalam pernyataan waktu Johnsen dipekerjakan.

Sejak gabung SpaceX, Johnsen adalah orang yang kerja di belakang layar, jarang tampil di publik, tapi memimpin perusahaan lewat transisi dari startup—yang menurut Musk cuma punya 10% peluang sukses—ke perusahaan yang hasilkan $18,7 miliar pendapatan tahun lalu.

Johnsen sekarang harus bawa SpaceX ke era berikutnya, wujudkan janji-janjinya soal satelit, internet, AI, dan perjalanan luar angkasa.

"Saya bilang ke orang, susah jadi perusahaan luar angkasa kalo gak punya akses pasti ke luar angkasa," kata Johnsen dalam wawancara baru-baru ini dengan investor Gavin Baker. "Kami sekarang udah punya biaya per kilogram ke luar angkasa paling rendah yang pernah ada di industri. Jadi pasti itu inti dari apa yang kami lakuin, dan itu yang memungkinan semua bisnis lain, entah itu Starlink atau langsung ke seluler dalam waktu dekat atau sekarang komputasi AI."

Peran unik Johnsen setelah IPO SpaceX

MEMBACA  Saham CrowdStrike naik sebelum pasar dibuka setelah kelompok keamanan cyber meningkatkan prospeknya Menurut Investing.com

Sebelum IPO SpaceX yang mengumpulkan $75 miliar, Johnsen udah sibuk nanganin merger perusahaan luar angkasa itu dengan xAI, perusahaan AI milik Musk, yang diakuisisi pada bulan Februari dalam transaksi saham全部 senilai $1,25 triliun.

Dia juga bantu jalani kesepakatan dengan Anthropic, yang setuju pinjamin sebagian kapasitas komputasinya ke pusat data Colossus milik SpaceX di Memphis, Tennessee. Kesepakatan itu bertentangan dengan kritik publik Musk terhadap Anthropic, yang dia klaim "membenci peradaban Barat" di postingan media sosial bulan Februari.

Tapi setelah SpaceX jadi perusahaan publik, tugas Johnsen bakal sedikit beda dari CFO pada umumnya. Karena perusahaan mengalokasikan 30% saham untuk investor ritel, alokasi yang jauh lebih besar dari IPO biasa, Johnsen bakal punya pekerjaan berat menjelaskan peran SpaceX di sektor luar angkasa dan AI.

"Kebanyakan CFO IPO harus beresin akuntansi, perketat kontrol, dan jual cerita perusahaan," kata Shivaram Rajgopal, profesor akuntansi dan audit di Columbia Business School, ke Fortune.

Tapi karena janji gila Musk buat menjajah Mars—plus potensi merger antara SpaceX dan Tesla—Johnsen bakal punya tanggung jawab tambahan buat jual perusahaan yang intinya adalah konglomerat teknologi ke pengikut Musk dan investor ritel.

"Dia bisa lakuin semua ini karena Musk punya pengikut investor ritel yang besar, dan institusi yang masuk sekarang berharap dapat untung dengan naikin momentum sebelum realitas fundamental yang dingin menyusul dalam satu atau dua tahun," kata Rajgopal.

Siapa Bret Johnsen?

Di beberapa sisi, Johnsen kebalikan dari Musk. Sementara CEO-nya bikin berita lewat postingan media sosial bernada ekstrem kanan dan anti-imigran, Johnsen cuma punya sekitar 3.000 pengikut di X dan gak pernah posting publik. CFO ini jarang bikin pidato publik. Seorang karyawan SpaceX mendeskripsikan Johnsen ke The Information sebagai "sesuatu yang membaju bosan."

MEMBACA  Kecerdasan Buatan Membantu Perusahaan Mengambil Keputusan Lebih Cepat

Johnsen, 57 tahun, asli Los Angeles yang belajar akuntansi di University of Southern California, di mana dia sekarang jadi anggota dewan pengawas. Dia tinggal di California buat ambil gelar master keuangan dari San Diego State University.

Sebelum SpaceX, Johnsen megang peran senior keuangan selama sekitar satu dekade di Broadcom, perusahaan infrastruktur semikonduktor. Dia lalu jadi CFO di Mindspeed Technologies, yang juga bikin chip jaringan dan telekomunikasi.

Saat Krisis Keuangan 2008, dia potong pekerjaan dan belanja, restrukturisasi utang perusahaan, jual paten teknologi, dan kumpulkan uang tunai dengan jual saham tambahan perusahaan. Di tiga tahunnya di Mindspeed, kata dia nilai perusahaan naik 15 kali lipat.

"Kita waktu itu lagi menuju ekonomi terburuk seumur hidup di paruh kedua 2008," katanya ke Orange County Business Journal. "Itu kasih saya kesempatan buat bikin banyak perubahan yang menurut saya emang perlu dilakuin."

Tinggalkan komentar