Sepuluh tahun setelah bencana DAO Ethereum, saatnya untuk mencoba lagi

Ini udah sepuluh tahun sejak saya mengetik dengan panic pesen peringatan yg dikenal sebagai The DAO Moratorium. Pesen itu begitu penting sampe kita publikasikan dokumennya sebelum selesai, biar siapapun yg tertarik bisa baca langsung waktu itu juga. Pas saya dan dua kolega lagi nulis bagian akhir, ratusan pembaca muncul sebagai wombat anonim, auroch, dan chupacabra dari Google. Mereka dateng baca pesan kami ke dunia yg memperingatkan soal celah awal yg kritis di kode Ethereum project, yg bikin hampir $200 juta terancam diretas.

Pesennya jelas: jangan pake The DAO. Istilah itu kependekan dari Decentralized Autonomous Organization, sebuah struktur tata kelola crypto baru pas itu, yg pionirkan sebagian besar oleh komunitas Ethereum. Dalam kasus ini, DAO nawarin mekanisme penggalangan dana yg dirancang biar siapapun bisa kontribusi ke kumpulan modal dan dapet bagian dari token baru.

Waktu itu, banyak org liat Ethereum DAO sebagai alternatif yg inspiratif buat venture capital. Secara teori iya. Tapi prakteknya, saya liat sebagai sistem yg berpotensi besar gagal.

Beberapa celah yg kami peringative in kemudian dieksploitasi. Saat itu, 5% dari semua ether ada di dompet si peretas, trus 10% lain masih beresiko.

Walau banyak pengguna belon belajar. Kenaikan AI ngenalin resiko baru. Sistem AI bakal temuin celah lebih cepet dari manusia bisa perbaiki.

Tapi saya yakin dunia siap bangun DAO lain di Ethereum blockchain. Bukan versi naif spt 2016. Yang lebih baik. Dan kali ini, kita harus lakuin dengan benar.

MEMBACA  Australia mulai membersihkan setelah banjir menewaskan 5 orang, mengisolasi ribuan orang | Berita Banjir

Tinggalkan komentar