Senjata Paling Bodoh Iran Kini Menyandera Perekonomian Global

Ran* laut adalah "senjata sederhana dan tidak keren," kata Scott Savitz, ahli perang laut di RAND, kepada Fortune. Senjata ini sudah ada sejak sebelum Perang Dunia I dan tidak banyak berkembang. Bentuknya seperti bola logam berduri dari film-film, cukup kecil untuk dimasukkan ke kapal ikan dan diisi TNT.

Tapi saat meledak, ranjau ini bisa memecah kapal menjadi dua, kata Savitz. Efeknya "biasanya lebih besar daripada misil," dan bisa menyebabkan kerusakan bernilai juta-an dolar dengan biaya hanya ribuan dolar per buah. Ranjau laut juga cukup efektif: menurut data, ranjau menyebabkan 77% dari semua kerusakan kapal Angkatan Laut AS sejak 1950.

Sekarang, di hari ke-13 konflik dengan Iran, Iran beralih ke teknologi lama untuk memperkuat posisinya. Ranjau laut tidak terlihat canggih, tapi saat ini bisa jadi senjata paling berbahaya Iran dalam konflik melawan Amerika Serikat.

Beberapa pejabat intelijen AS mengatakan Iran sudah mulai memasang ranjau di Selat Hormuz. Selat ini penting karena membawa seperlima minyak dunia dan jadi lokasi perselisihan Iran dan AS. Iran baru-baru ini menyerang beberapa kapal tanker minyak di sekitar selat itu. Harga minyak mentah pun naik tajam, hampir 100 dolar per barel. Di Asia, situasinya lebih parah: Pakistan menutup sekolah dan menerapkan kerja 4 hari seminggu; India menutup restoran untuk menghemat minyak goreng.

Savitz bilang, Selat Hormuz sebenarnya tidak "ditutup" oleh Iran. "Ini tergantung keputusan masing-masing kapal, mau mengambil risiko atau tidak. Jika mereka bisa membuat risikonya terlihat sangat tinggi sampai lalu lintas komersial memutuskan untuk tidak lewat, itu sudah cukup."

Tingkat risiko saat ini sudah membuat banyak perusahaan asuransi kapal menarik diri. Tarif pengiriman barang melonjak sangat tinggi. Tapi, jika Iran benar-benar sudah memasang ranjau, blokade sementara ini akan jadi lebih sulit diatasi.

MEMBACA  Sebuah Grup Hacker Iran Menargetkan Kedua Kampanye Presiden, Kata Google

Perang psikologi ranjau laut

Ranjau laut sangat kuat, sebagian karena efek psikologisnya yang besar. Ranjau hampir tidak terlihat dan sangat sulit dideteksi. Berbeda dengan misil, ranjau hanya perlu dijatuhkan ke air dari kapal. "Cuma ada cipratan di air. Kapal sering menjatuhkan barang ke air," kata Savitz.

Bahkan ada permainan psikologi lebih lanjut. Beberapa ranjau diprogram untuk meledak pada kapal kelima yang lewat, sehingga tim pembersih ranjau aman dan tanker di belakangnya yang kena.

Eskalasi di Hormuz

Pertanyaannya, apakah konflik di selat akan meningkat sejauh itu? Savitz agak optimis. AS punya penyelam, kapal tanpa awak, dan sekutu dari Eropa untuk bersihkan ranjau. Tapi waktu yang dibutuhkan tergantung situasi sekitar. Pasukan pembersih ranjau bergerak lambat dan bisa jadi sasaran misil atau drone Iran.

Membersihkan ranjau juga sangat lambat. Biaya membersihkan ranjau bisa sampai seribu kali lebih mahal dari biaya memasangnya.

"Pembersihan cepat" — cuma membuka satu jalur sempit — mungkin bisa dalam beberapa hari. Tapi membuat selat cukup aman untuk kapal tanker bisa makan waktu mingguan. Untuk membersihkan seluruh perairan sampai benar-benar aman? Bisa sangat lama, atau tidak pernah tercapai. Masih ada ranjau dari Perang Dunia II di Laut Baltik dan Pasifik yang belum dibersihkan.

Pada akhirnya, perhitungan akan berubah. Selama Perang Tanker dulu, kapal-kapal tetap melintas daerah ranjau. Sekitar 1% kena ledakan. "Tapi risikonya dianggap sepadan dengan hadiahnya," kata Savitz.

Tinggalkan komentar