Bulan-bulan sebelum militer AS menangkap Nicolás Maduro dari Venezuela, pemimpin oposisi María Corina Machado menyerukan apa yang ia gambarkan sebagai transformasi ekonomi paling ambisius dalam sejarah negara itu—privatisasi besar-besaran yang bertujuan membalikkan kebijakannya dan apa yang ia sebut "bencana yang ditimbulkan sistem sosialis ini."
Muncul secara virtual di panggung Fortune Global Forum di Riyadh, Machado, yang sedang bersembunyi dari rezim Maduro, mengungkapkan visi berani untuk membangun kembali ekonomi Venezuela yang hancur lewat investasi swasta skala besar.
"Venezuela akan menjadi peluang ekonomi terbesar untuk dekade-dekade mendatang di wilayah ini," katanya kepada Diane Brady dari Fortune dalam edisi forum 2025, beberapa minggu setelah memenangkan Hadiah Nobel Perdamaian 2025 untuk perjuangan puluhan tahunnya mengembalikan demokrasi ke Venezuela. "Kita bicara tentang peluang bisnis lebih dari $1,7 triliun. Ini unik." Machado sebelumnya pernah menyebut angka $1,7 triliun itu, sebuah perkiraan yang dibuat oleh tim penasehat ekonominya.
Dari Kehancuran ke Pembaruan
Machado melukiskan gambaran suram sebuah bangsa yang jatuh dari kemakmuran ke kemiskinan: "negara yang dulu adalah negara terkaya dan paling bebas di wilayah kami, kini berubah menjadi salah satu yang termiskin." Di bawah pemerintahan sosialis selama puluhan tahun, katanya, industri lumpuh, infrastruktur hancur, dan memicu eksodus hampir sepertiga populasi Venezuela. "Ekonomi kami runtuh. Turun lebih dari 80% dalam beberapa tahun terakhir," ujarnya. "Rakyat kami terpaksa mengungsi hanya untuk bertahan hidup."
Dana Moneter Internasional memperkirakan ekonomi Venezuela menyusut sekitar 75% hingga akhir 2022, juga membahas krisis migrannya. Pusat Penelitian Ekonomi dan Kebijakan (CEPR) tak lama kemudian berargumen bahwa, meski angka itu akurat, angka itu mengabaikan sanksi ekonomi berat yang dikenakan AS pada Venezuela selama bertahun-tahun.
Pemimpin oposisi itu menggambarkan apa yang ia sebut "negara narko-teroris" yang dibangun atas penindasan dan korupsi, mengatakan bahwa "Venezuela telah berubah menjadi surga aman bagi aktivitas kriminal dari seluruh dunia." Ia menuduh Maduro dan sekutunya membiayai cengkeraman kekuasaan mereka melalui penyelundupan emas, perdagangan senjata dan narkoba, serta eksploitasi manusia.
Cetak Biru Privatisasi
Inti dari rencana Machado adalah proses privatisasi yang cepat dan transparan. Ia memperkirakan lebih dari 500 perusahaan "diambil oleh rezim, disita, dihancurkan, tapi infrastrukturnya masih ada." Ia berjanji akan pengawasan ketat dan penegakan hukum sejak "hari pertama," bertujuan menarik investor kembali dengan stabilitas dan insentif fiskal. Ia menjanjikan pasar terbuka dan pendekatan yang "sangat ketat" dalam hal hukum dan transparansi, mengingatkan Brady bahwa Venezuela saat ini berada di peringkat terakhir dalam penegakan hukum. World Justice Project baru-baru ini menempatkan Venezuela di peringkat ke-142 dari 142 negara.
Ia juga menunjuk bahwa Venezuela memiliki cadangan minyak terbesar di dunia dan cadangan gas alam terbesar kedelapan secara global, "tapi saat ini rakyat kami bahkan tidak punya gas untuk masak. Itu bencana." Bloomberg melaporkan pada Desember 2024 bahwa warga Venezuela beralih ke kayu bakar bahkan perabotan mereka sendiri untuk memasak setelah ledakan di pabrik propana menghancurkan sebagian besar transmisi negara itu. "Sistem sosialis telah membusuk," katanya.
Memulihkan sektor minyak dan gas, tambahnya, akan membutuhkan modal asing dan kepulangan diaspora Venezuela. "Bakat manusia kami, rakyat kami, diaspora kami… bersedia kembali segera setelah Venezuela bisa bekerja keras."
Seruan kepada Investor dan Sekutu
Machado mengatakan ia akan menyambut investasi swasta yang bertanggung jawab dari "seluruh dunia"—termasuk Amerika Serikat, Eropa, Cina, dan Timur Tengah—asalkan semua proyek mematuhi transparansi dan persaingan yang adil. Berbicara di forum di Riyadh, ia juga menyinyalir ketertarikan kuat pada kemitraan dengan negara-negara Teluk.
Ia menyerukan front internasional untuk mengungkap dan membekukan aset yang terkait dengan lingkaran Maduro. "Kami meminta semua negara demokratis di seluruh dunia… untuk memberikan pengungkapan penuh atas semua informasi yang mereka miliki terkait semua kejahatan yang dilakukan Nicolás Maduro dan kroni-kroninya," ucapnya.
Meski hidup dalam persembunyian, Machado teguh tentang masa depan Venezuela. "Jika rezim menemukan saya, kemungkinan saya akan ‘hilang’," katanya terus terang, dengan sedikit emosi tapi cepat menambahkan bahwa bahaya dan perjuangannya tidak berbeda dengan warga Venezuela mana pun yang bersuara saat ini. "Saya ingin Anda tahu bahwa saya benar-benar yakin kita sedang menuju transisi yang akan berlangsung tertib. Venezuela adalah masyarakat yang bersatu, kami tidak memiliki ketegangan rasial, agama, sosial, politik, dan 90% negara kami menginginkan hal yang sama, hidup bermartabat, dengan keadilan, tentu dengan kebebasan, dan kami ingin membawa anak-anak kami pulang."
Cerita ini pertama kali diterbitkan pada 27 Oktober 2025. Ok, saya akan jelasin cara kelola waktu yang lebih baik. Pertama-tama, kamu harus tahu mana tugas yang paling penting. Bikin daftar hal-hal yang harus dikerjakan setiap hari. Cobalah untuk fokus sama satu tugas dulu sebelum pindah ke tugas lain.
Juga, jangan lupa untuk istirahat sebentar biar ga terlalu capek. Matiin notifikasi di hp biar tidak terganggu saat belajar atau kerja. Terakhir, coba evaluasi di akhir hari, apa yang sudah berhasil dan apa yang bisa diperbaiki besok.
Dengan cara-cara sederhana ini, kamu bisa jadi lebih produktif dan punya waktu luang juga. Semoga tips ini membantumu!