Saham Society Pass (SOPA) naik pesat pada Senin setelah perusahaan yang terdaftar di Nasdaq itu meluncurkan “TMG Social,” sebuah platform *live commerce* di Thailand.
Produk baru ini menawarkan belanja *livestream* dan memungkinkan merek untuk membuat pos yang bisa dibeli, menggunakan tag produk, serta memanfaatkan tren TikTok dengan opsi “Beli Sekarang.”
Meskipun sempat melonjak pada 29 Desember, saham Society Pass masih turun sekitar 50% dibandingkan harga tertingginya di bulan Oktober.
www.barchart.com
Investor menyambut baik pengumuman “TMG Social” terutama karena ini menempatkan SOPA untuk meraih bagian dari pasar *social commerce* Asia Tenggara, yang nilainya sekitar $90 miliar.
Ini adalah upaya terbaru dari Society Pass untuk memanfaatkan jaringan lebih dari 10.000 *influencer* dan tren global belanja *livestream* yang tumbuh cepat.
Dengan peluncuran ini, SOPA secara efektif membangun model yang dapat dikembangkan untuk menghubungkan merek langsung dengan konsumen.
Bagi investor, ini adalah peralihan strategis dari *e-commerce* tradisional ke ritel interaktif, sebuah industri yang diprediksi tumbuh pesat seiring dengan adopsi pengalaman belanja langsung oleh generasi muda.
Meskipun termasuk saham *penny*, Society Pass tetap menarik untuk tahun 2026 karena menawarkan eksposur ke ekonomi digital yang berkembang pesat.
Dengan *price-to-sales (P/S) multiple* kurang dari 1,6x, saham ini tergolong murah dan tampaknya mulai memiliki momentum.
SOPA memiliki portofolio yang terdiversifikasi di *e-commerce*, *fintech*, dan media, yang semakin menguatkan alasan untuk membelinya di level harga sekarang.
Manajemen memperkirakan “TMG Social” akan menghasilkan pendapatan sekitar $10 juta tahun depan, yang menunjukkan kontribusi langsung terhadap pendapatan.
Singkatnya, bagi investor yang mencari peluang pertumbuhan tinggi di pasar berkembang, saham Society Pass menawarkan kombinasi inovasi dan skala yang menjanjikan untuk dimiliki hingga 2026.
Investor juga bisa merasa tenang karena saham Society Pass saat ini mendapat rating “Moderate Buy” dari analis Wall Street.