Saham Nanya Technology Melonjak 10% Usai Galang Dana $2,5 Miliar

Oleh Faith Hung dan Wen-Yee Lee

TAIPEI, 26 Maret (Reuters) – Saham pembuat chip memori Taiwan, Nanya Technology, langsung naik 10% pada hari Kamis. Ini terjadi setelah mereka dapat dana sekitar $2,5 miliar dari SanDisk Technologies dan lainya lewat penempatan privat untuk perluas produksi chip canggih.

Penggalangan dana ini terjadi saat pembuat chip tingkatkan kapasitas produksi. Pelanggan mereka juga ingin jamin persediaan lewat kerja sama, karena ada kelangkaan chip memori global akibat ledakan AI. Hal ini memperketat pasokan ke banyak industri lain, termasuk smartphone, komputer, dan mobil.

Nanya Technology umumkan penjualan saham $2,5 miliar itu pada Rabu malam ke SanDisk Technologies, sebuah unit dari SanDisk, unit Solidigm milik SK Hynix, Cisco Systems, dan Kioxia lewat penempatan privat.

Mereka beli saham Nanya seharga T$223,9 per lembar, sedikit dibawah harga penutupan Rabu di T$226,5. Saham Nanya melonjak di hari Kamis ke T$249.

Perusahaan bilang dana hasilnya akan dipakai untuk investasi di fasilitas pabrik dan peralatan produksi untuk pembuatan memori canggih.

SanDisk investasi sekitar T$31 miliar ($969,69 juta). Tiga perusahaan lainnya investasi sekitar T$16 miliar masing-masing.

Selain investasi saham, SanDisk bilang mereka juga tandatangani perjanjian pasokan strategis jangka panjang dengan Nanya. Perusahaan Taiwan itu akan pasok mereka dengan produk DRAM.

Kioxia juga bilang mereka sudah buat perjanjian pasokan DRAM jangka panajng dengan Nanya. Mereka sebut pertumbuhan kuat di bisnis solid-state drive mereka karena permintaan AI dan perlunya dapatkan pasokan DRAM yang stabil.

Penggalangan dana ini menyusul pengumuman SK Hynix pada Rabu bahwa mereka rencana catatkan saham di AS nanti tahun ini. Kesepakatan itu bisa hasilkan dana hingga $14 miliar.

MEMBACA  Ray Dalio Peringatkan 'Pertarungan Terakhir' untuk Selat Hormuz Segera Tiba

($1 = 31,9690 Dolar Taiwan)

(Pelaporan oleh Faith Hung dan Wen-Yee Lee; Penyuntingan oleh Christian Schmollinger, Miyoung Kim dan Thomas Derpinghaus)

Tinggalkan komentar