Saat Miliarder Perdebatkan Pajak Kekayaan California, Investor Teknologi Usulkan Alternatif Penghasilan Negara

Salah satu topik terhangat di sektor teknologi adalah usulan pajak kekayaan di California yang menarget para miliarder. Debat ini memberikan sedikit gambaran tentang cara hidup mereka.

CEO Nvidia, Jensen Huang, bilang dia “baik-baik saja” dengan rencana itu. Tapi banyak yang tidak setuju, termasuk pendiri LinkedIn dan donor besar Partai Demokrat, Reid Hoffman. Dia sebut pajak ini “mengerikan” untuk inovasi. Sementara itu, venture capitalist Peter Thiel serta pendiri Google, Larry Page dan Sergey Brin, sudah mengambil langkah untuk memutus hubungan dengan California. Ini mereka lakukan jaga-jaga kalau usulan itu lolos ke pemungutan suara bulan November dan disetujui.

Usulan itu mewajibkan penduduk California yang kekayaannya lebih dari $1 miliar untuk bayar pajak satu kali sebesar 5% dari aset mereka. Pembayaran bisa dilakukan dalam lima tahun. Serikat pekerja yang mendorong aturan ini memperkirakan pajak kekayaan bisa menghasilkan $100 miliar dan membantu mengimbangi pemotongan anggaran federal untuk kesehatan.

Tapi seorang investor teknologi menawarkan alternatif sambil mengakui adanya celah besar yang dipakai orang kaya untuk hindari bayar pajak penghasilan.

Dalam sebuah episode podcast All-In baru-baru ini, co-host David Friedberg menggambarkan usulan ini lebih seperti penyitaan aset. Menurutnya, ini bisa diperpanjang lebih dari setahun dan jadi preseden untuk aturan serupa di tempat lain.

“Sangat wajar untuk bilang miliarder tidak bayar pajak yang cukup, dan sangat wajar bilang orang dengan kekayaan sangat tinggi tidak bayar pajak yang adil,” katanya. “Mereka bayar pajak penghasilan. Tapi kenyataannya, banyak orang super kaya pinjam uang dengan jaminan aset mereka dan hidup dari uang pinjaman itu. Jadi mereka tidak perlu bayar pajak dengan menjual barang yang mereka punya.”

MEMBACA  Saham 'Basah, Satu Tarikan' Tidak Membuat Anda Kaya

Friedberg jelaskan strategi “beli, pinjam, mati” untuk hindari pajak penghasilan dengan hidup dari hutang yang baru dilunasi setelah peminjam meninggal. Lalu ahli warisnya lunasi pinjaman dengan jual aset almarhum, dan keuntungan yang terkumpul selama hidupnya tidak kena pajak.

Menurut Friedberg, praktek inilah yang coba diatasi oleh usulan pajak kekayaan di California.

“Ada cara sederhana untuk atasi ini, yaitu kenakan pajak capital gains jika mereka pinjam uang dengan jaminan aset yang belum kena pajak capital gains,” tambahnya. “Sangat sederhana. Itu bisa selesaikan masalah.”

Cara lain adalah naikkan tarif pajak capital gains, kata Friedberg, meski dia sendiri tidak mendukung hal itu. Pajak ini berlaku ketika aset seperti properti atau saham dijual. Tapi dia jelaskan, menaikkannya daripada andalkan pajak kekayaan akan membuatnya berfungsi lebih seperti pajak penghasilan.

Menurut Wall Street Journal, sekelompok miliarder California juga berdebat tentang pajak ini di grup chat Signal. Dalam percakapan itu, alternatif lain yang muncul termasuk berikan saham tidak likuid ke pemerintah sebagai pinjaman tanpa bunga atau bunga rendah untuk beberapa tahun, dan kenakan pajak untuk saham yang sudah publik.

Sumber-sumber ke Journal bilang, penentang pajak ini memperingatkan dampaknya pada pertumbuhan ekonomi dan startup. Pendukungnya tunjuk ke ledakan AI dan bilang orang super kaya California akan tetap jadi yang terkaya di dunia.

Pajak ini juga memecah belah politisi Demokrat California. Gubernur Gavin Newsom menentangnya, sementara anggota kongres Ro Khanna mendukung. Tapi bahkan sang anggota kongres akui bahwa rumusan aturannya perlu perbaikan dan dia tidak ingin saham tidak likuid atau saham dengan hak suara dikenai pajak.

Newsom bilang ke The New York Times bahwa dia terus bekerja di belakang layar untuk lawan usulan ini, dan akan tetap menentangnya bahkan jika sampai ke pemungutan suara November.

MEMBACA  Kepala bursa mengatakan Brexit telah membuat investasi di Inggris lebih sulit

Palmer Luckey, pendiri startup teknologi pertahanan Anduril, bilang pajak ini akan paksa pendiri perusahaan jual bagian besar perusahaannya jika saham privat, yang biasa dipakai sebagai kompensasi di startup yang belum untung, naik nilainya.

Sementara itu, CEO Y Combinator Garry Tan baru-baru ini peringatkan bahwa satu ketentuan dalam usulan itu akan nilai saham dengan hak suara setara dengan kepemilikan, sehingga pemegangnya harus bayar pajak yang jauh lebih besar.

“Ini artinya jika seorang pendiri pegang saham yang cuma mewakili 3% kepentingan ekonomi tapi 30% kontrol suara, pajaknya akan anggap kepemilikan mereka minimal 30% untuk tujuan penilaian, bukan 3%,” katanya dalam sebuah postingan di X. “Pajak kekayaan ini dirumuskan dengan buruk dan didesain untuk usir inovasi teknologi dari California.”

Tinggalkan komentar