Regulator Keuangan AS Mulai Tutup akibat Kehabisan Anggaran Federal

WASHINTON (Reuters) – Regulator pasar Amerika mulai berhentikan pegawainya pada hari Rabu karena pemerintah federal tutup. Ini terjadi karena Kongres gagal menyetujui dana.

Akibatnya, banyak fungsi pengawasan penting berhenti, penawaran saham perdana (IPO) tertunda, dan beberapa data pasar serta ekonomi jadi terbatas.

Menurut rencana daruratnya, Securities and Exchange Commission (SEC) akan memberhentikan lebih dari 90% pekerjanya. Hanya sekitar 393 orang yang akan tetap bekerja untuk menangani situasi darurat.

Badan yang mengawasi ribuan perusahaan, bursa, dan dana ini sudah memberitahu stafnya untuk bersiap.

CFTC, yang mengawasi pasar derivatif, akan beroperasi hanya dengan 5.7% dari 543 pegawainya. Mereka akan terus memastikan pengawasan pasar dan mencegah penipuan.

Sementara tutup pemerintah sebelumnya tidak terlalu mempengaruhi pasar, tutup yang lama bisa menunda data ekonomi penting. Data ini digunakan investor untuk melihat tren ekonomi. Hal ini bisa buat harga aset jadi tidak stabil.

Berita ini membuat futures Wall Street dan dollar AS turun, sedangkan harga emas naik ke level tertinggi.

Pengajuan dokumen rutin perusahaan ke SEC akan terus berjalan, tapi proses IPO akan terhenti. Ini bisa memperlambat kebangkitan pasar IPO baru-baru ini.

“Tutupnya pemerintah bikin investor pikir dua kali untuk investasi di situasi politik yang tidak pasti,” kata Samuel Kerr, seorang ahli pasar modal.

Efek jangka panjangnya adalah IPO akan macet seperti pipa tersumbat.

Karena divisi di SEC tidak bisa meninjau dokumen, tutup yang lama juga akan menunda persetujuan untuk dana ETF (exchange-traded fund) kripto yang banyak ditunggu dalam beberapa minggu ke depan. Analis memperkirakan ETF untuk Solana dan XRP akan muncul awal Oktober.

MEMBACA  Layanan KRL Kembali Normal Usai Sempat Terganggu Akibat Gempa