Pentagon menuduh beberapa perusahaan besar China, termasuk Alibaba Group Holding Ltd., Baidu Inc., dan BYD Co., telah mendukung militer China. Mereka menegaskan lagi keputusan sebelumnya untuk menandai perusahaan-perusahaan ini sebagai ancaman buat keamanan nasional Amerika Serikat.
Departemen Pertahanan AS mengumumakan daftar ini pada hari Senin, sebagai pembaruan dari daftar perusahaan yang di anggap membantu Tentara Pembebasan Rakyat China. Perusahaan-perusahaan ini sebelumnya sempat muncul di daftar yang dipublikasikan secara singkat pada bulan Februari, tapi lalu ditarik tanpa penjelasan, membuat banyak orang bingung soal niat Pentagon.
Dengan langkah ini, AS sekarang secara resmi mengatakan bahwa tiga perusahaan AI paling terkenal di China—Alibaba, Baidu, dan Tencent Holding Ltd.—membantu angkatan bersenjata negara tersebut. Tencent sudah masuk daftar sejak 2025 dan masih berusaha untuk dihapus. Sementara itu, penunjukan BYD menagrget perusahaan mobil listrik terbesar di China.
Saham Alibaba di bursa AS turun 1% menjadi $119,84, Baidu turun 2,1% menjadi $119,14, dan BYD turun 0,7%.
Versi terbaru dari daftar yang disebut 1260H ini juga mengembalikan dua perusahaan pembuat chip memori China—ChangXin Memory Technologies Inc. dan Yangtze Memory Technologies Co.—yang sebelumnya sempat dihapus dari daftar di bulan Februari.
Meski daftar ini tidak langsung punya dampak hukum yang besar, Pentagon makin sering menggunakannya untuk membatasi kemampuan perusahaan-perusahaan ini bekerja sama dengan militer AS atau menerima dana riset. Masuk daftar 1260H juga jadi peringatan buat investor AS, dan biasanya dianggap tanda bahaya yang bisa berujung pada pembatasan perdagangan yang lebih ketat.
Beberapa perusahaan belum memberi komentar saat dihubungi Bloomberg News. Sebelumnya, banyak dari mereka sudah menolak tuduhan bahwa mereka mendukung militer China.
Kedutaan Besar China di Washington juga belum berkomentar. Juru bicara mereka, Liu Pengyu, sebelumnya pernah bilang “China mendesak AS untuk segera memperbaiki praktik yang salah ini dan memberikan lingkungan bisnis yang adil dan tidak diskriminatif buat perusahaan China.”
Daftar ini dirilis kurang dari sebulan setelah Presiden Donald Trump bertemu dengan presiden China Xi Jinping di Beijing. Pertemuan itu membahas masalah perdagangan antara dua negara, tapi belum berhasil mengurangi ketegangan soal teknologi canggih, terutama AI.
Craig Singleton dari Foundation for Defense of Democracies bilang, “daftar ini jadi pemeriksaan realita setelah pertemuan.” Menurut dia, pertemuan Xi-Trump tidak menghentikan kompetisi, malah memperjelas dimana kompetisi akan berlanjut.
Dalam merilis daftar terbaru, Pentagon bilang perusahaan-perusahaan tersebut memenuhi syarat sebagai “perusahaan militer China” yang beroperasi di AS berdasarkan aktivias mereka yang diduga menyediakan layanan komersial, manufaktur, produksi, atau ekspor.
Bloomberg News melapor di bulan Mei bahwa keputusan awal Pentagon untuk menghapus YMTC dan CXMT adalah alasan kenapa daftar itu segera ditarik di bulan Februari. Peeeabat keamanan nasional Trump khawatir menghapus perusahaan chip tersebut akan memberi sinyal yang salah kepada China.
Setelah daftar dipublikasi, seorang pejaban tinggi Gedung Putih langsung menelepon Pentagon untuk menyatakan ketidaksenangan.Kesalahan ini memberi perusahaan kesempatan selama berbulan-bulan untuk lobi dan menggunakan strategi hukum.
Kongres pertama kali memerintahkan Pentagon untuk membuat daftar ini pada tahun 1999, tapi baru dimulai lebih dari dua dekade kemudian setelah bangak tekanan.
Karena kebijakan “militer-sipil fusion” di China, Pentagon secara teori bisa menunjuk hampir semua perusahaan China yang punya kehadiran di AS.
John McEntee, mantan pejabat Trump yang lobi untuk Tencent, pikir penambahan perusahaan mobil seperti BYD dan NIO ke daftar ini konyol. “Berdasarkan logika mereka, Ford dan GM juga harus dibilang perusahaan militer AS,” kataunya.
Satu kebingungan dari daftar baru ini adalah masuknya TP-Link Technologies Co.Ltd yang berbasis di China—bukan TP-Link Systems Inc. yang berkantor pusat di AS dansdah masuk pengawasan karena dominasi router mereka.
Juru bicara TP-Link Systems Inc. bilang “merekA adalah perusahaan yang terdaftar di California1 dan _tidak terpengaruh_ oleh daftar ini.” Dia juga nambahin kalau CEO mereka tinggal di AS dan bukan anggota Partai Komunis China.