Penjualan Ford di AS Turun 5,5% pada Februari Seiring Penarikan Kembali Kendaraan Listrik

Perusahaan Ford Motor Co. melaporkan penurunan penjualan di Amerika Serikat bulan Februari sebesar 5,5%. Ini terjadi saat mereka mengurangi penawaran mobil listrik karena lingkungan kebijakan yang kurang mendukung kendaraan listrik.

Ford melaporkan terjual 149.962 unit di pasar AS selama Februari. Angka itu turun 5,5% dibandingkan periode sama tahun 2025 yang mencapai 158.675 unit. Total penjualan Ford tahun ini mencapai 285.324 unit, lebih rendah 5,4% dari 2025.

Meski begitu, perusahaan mencatat kenaikan lebih dari 30% untuk penjualan SUV besar mereka. Ford Expedition naik 27%, sementara Explorer meroket lebih dari 33%. Ford Bronco juga naik 28%, menunjukkan awal yang bagus untuk produk itu.

Ford juga melaporkan penurunan 16% untuk truk pikap seri F. Termasuk penurunan penjualan 76% untuk F-150 Lightning, truk listrik yang baru saja dihentikan produksinya.

Ford baru-baru ini mengurangi usaha pengembangan mobil listrik. Mereka lebih fokus ke kendaraan mesin bakar. Namun, Ford tetap berkomitmen kembangkan mobil listrik dengan “Universal EV Platform”. Platform ini akan digunakan untuk truk listrik ukuran sedang seharga $30.000 pada tahun 2027.

Penurunan ini terjadi di tengah konflik antara AS dan Iran yang makin intens. Harga saham Ford turun saat harga minyak dunia naik. Iran juga menyatakan akan menutup Selat Hormuz, jalur perdagangan penting untuk pasokan minyak mentah global. Selat Hormuz bertanggung jawab atas lebih dari 27% pasokan minyak mentah dunia.

Sementara itu, tumpahan minyak dilaporkan terjadi lebih dari 60 km dari Kuwait. United Kingdom Maritime Trade Operations (UKMTO) melaporkan ledakan besar di sisi pelabuhan kapal tanker dekat Mubarak Al Kabeer, Kuwait.

MEMBACA  Perubahan Paradigma Pajak dalam Industri Penasihat Investasi Terdaftar

Tinggalkan komentar