Peningkatan Produksi Bijih Besi Australia Diproyeksikan Menguat pada 2026

Australia adalah produsen bijih besi terbesar di dunia, menyumbang 36,8% dari produksi bijih besi global pada tahun 2024. Output negara ini diperkirakan mencapai 967,8 juta ton (mt) di tahun 2025, naik 1,4% dari tahun lalu. Ini didukung oleh peningkatan produksi di proyek-proyek kunci seperti Onslow milik MRL, South Flank milik BHP, dan Iron Bridge milik Fortescue. Selain itu, tambang Western Range mulai beroperasi akhir Maret 2025—dijalankan oleh Rio Tinto (54%) dan China Baowu Steel Group (46%)—dengan kapasitas produksi 25 juta ton per tahun, yang semakin memperkuat pasokan Australia.

Tetapi, kenaikan ini sedikit terkoreksi oleh penyesuaian operasional dan tantangan eksternal. Hal ini termasuk penurunan produksi di tambang Yandi milik BHP karena sumber dayanya habis, output yang lebih lemah dari Roy Hill saat harga bijih besi turun, dan gangguan cuaca seperti Siklon Zelia pada Februari 2025. Produksi juga terbatas karena penangguhan tambang Koolyanobbing, yang dirawat dengan biaya tinggi di awal 2025 akibat cadangan terbatas.

Ke depannya, produksi bijih besi Australia diproyeksikan naik 2,6% di tahun 2026 menjadi 993,4 juta ton. Ini didukung oleh peningkatan produksi yang berlanjut di Onslow, Western Range, dan Iron Bridge. Dukungan tambahan diharapkan dari rencana operasi McPhee Creek dan Lamb Creek, serta rencana beroperasinya lagi Koolyanobbing pada Desember 2025, setelah penjualan aset MRL di Yilgarn.

Pertumbuhan di tahun 2026 akan sedikit berkurang karena rencana penutupan tambang Yandi milik Itochu Corp dan tambang Wonnmunna milik MRL, yang bersama-sama menyumbang 27,2 juta ton untuk output nasional di 2024. Untuk periode perkiraan (2026–2035), output bijih besi Australia diperkirakan akan terus naik secara keseluruhan, dengan penurunan sementara di tahun 2033 setelah penutupan tambang Roy Hill dan Firetail di 2032. Selain itu, proyek-proyek baru seperti Mulga Downs (2028), Rhodes Ridge, Marillana, Hawsons, dan Ridley Magnetite (2030) diharapkan mendukung pasokan. Kenaikan ini akan sedikit diimbangi oleh penutupan tambang seperti Yandi (2026), Buzzard dan Iron Ridge (2029), serta Marandoo (2030).

MEMBACA  Trump mengusulkan tarif 100% pada film buatan luar negeri saat ia menyatakan Hollywood penting untuk keamanan nasional AS.

Secara keseluruhan, produksi bijih besi Australia diperkirakan tumbuh dengan tingkat pertumbuhan tahunan 1,1% untuk mencapai 1.094,6 juta ton pada tahun 2035.

Artikel “Peningkatan proyek dan proyek baru akan mengangkat output bijih besi Australia di 2026” awalnya dibuat dan diterbitkan oleh Mining Technology, sebuah merek milik GlobalData.

Tinggalkan komentar