Pembatasan Aset Wells Fargo Dicabut, Bank Boleh Berkembang

NEW YORK (Reuters) – Federal Reserve AS mengumumkan bahwa Wells Fargo tidak perlu lagi mengikuti batas aset sebesar $1,95 triliun yang diberlakukan regulator pada 2018, setelah skandal praktek penjualan bank itu selama bertahun-tahun.

Saham Wells Fargo naik 2,1% menjadi $77,27 setelah pengumuman.

KOMENTAR

CHRIS MARINAC, JANNEY MONTGOMERY SCOTT, ATLANTA:
"Ini langkah penting dan saya ingin lihat apakah bank ini akan beli aset untuk berkembang. Ini bisa tunjukkan arah pertumbuhan mereka."

"Mereka mungkin beli hipotek residensial atau properti komersial. Walaupun kecil, ini tunjukkan di mana mereka mau berkembang."

KEITH HOROWITZ, ANALIS BANK CITIGROUP, NEW YORK:
"Manfaat terbesar penghapusan batas aset ada di sisi deposito, karena WFC tadinya tolak deposito komersil gara-gara batas itu."

"Area lain yang untung adalah trading. Sekarang mereka bisa lebih bebas kembangkan kemampuan dan gunakan neraca keuangan."

"Fee trading tetap tumbuh pesat (dari $1 miliar di 2019 ke $5 miliar di 2024), jadi penghapusan batas bisa jadi dorongan tambahan."

"Batas aset bukan hambatan utama pertumbuhan pinjaman. Permintaan pinjaman yang lemah karena ekonomi yang tidak pasti lebih berpengaruh."

SENATOR ELIZABETH WARREN, ANGGOTA KOMITE PERBANKAN SENAT:
"Keputusan Fed ini memalukan. Wells Fargo masih sering langgar hukum, termasuk Anti Money Laundering dan merugikan nasabah. Pihak whistleblower terus ungkap praktek buruk mereka."

"Jika Fed yakin Wells Fargo sudah berubah, mereka harus buka laporan pemeriksaan 5 tahun terakhir ke Senat. Deskripsi Fed tidak sesuai dengan fakta."

CHRISTOPHER WOLFE, FITCH RATINGS, NEW YORK:
"Batas aset buat Wells Fargo pilih-pilih bisnis. Sekarang mereka lebih bebas. Franchise mereka kuat, batas itu hanya menghambat."

MAC SYKES, GABELLI FUNDS, NEW YORK:
"Ini berita besar, menghilangkan beban regulasi. Sekarang Wells Fargo bisa alokasikan modal lebih baik dan tumbuh dengan normal."

MEMBACA  Bank of America Siapkan Presentasi Investasi Terbesar Sejak 2011, Kinerja Saham Tertinggal dari Pesaing

ADAM SARHAN, 50 PARK INVESTMENTS, NEW YORK:
"Ini baik untuk saham dan pasar. Jika risiko berkurang, terutama di bank besar, itu pertanda ekonomi lebih sehat."

DAVID WAGNER, APTUS CAPITAL ADVISORS:
"Ini berita besar. Valuasi perusahaan bisa naik karena sebelumnya saham mereka lebih murah dibanding pesaing."

STEPHEN BIGGAR, ARGUS RESEARCH, NEW YORK:
"Ini akhir periode sulit Wells Fargo, sekaligus pengingat bagi bank untuk selalu prioritaskan nasabah, bukan hanya pertumbuhan."

(Disusun oleh Tim Berita Global Finance & Markets; Disunting oleh Rod Nickel)