Pelari Tunanetra Taklukkan London Marathon Berkat Kacamata Pintar AI

Ketika lagi latihan lari di deket Buckingham Palace, Tilly Dowler mulai mendekati tujuan yang dulu dia kira tidak mungkin tercapai.

Dowler, yang punya penyakit Stargardt dan cuma punya sekitar 10% penglihatan yang berguna, baru mulai lari tahun lalu. Dia ikut program “couch to 5K” dulu, lalu bangun jarak sampai maraton. Sekarang dia siap lari di London Marathon bareng pacarnya sebagai pemandu, pakai kacamata pintar Oakley Meta bertenaga AI untuk bantu navigasi dan lacak kemajuan.

“Kacamatanya dibantu AI,” kata dia. “Pas lagi lari, aku bisa minta petunjuk langsung, seperti apa landmark di sekitarku dan seberapa jauh aku udah lari.”

Dia bilang kacamata itu bikin dia bisa dapet umpan balik audio sambil tetep dengerin arahan dari partner larinya.

“Tapi aku bisa putar musik dan tetep bisa dengerin pemandu lariku,” jelasnya.

Tujuannya sih bukan masalah kecepatan.

“Misi gue itu buat nginspirasi orang lain yang punya masalah penglihatan dan orang-orang yang lagi ngalamin situasi sulit, biar mereka percaya sama diri sendiri,” ucapnya.

Dowler saat ini jadi salah satu dari makin banyak pelari tunanetra yang pakai kacamata pintar dengan AI. Alat wearable ini gabungin produk konsumen biasa sama kamera, mikrofon, dan speaker terbuka. Bisa dikontrol pake suara, tombol, atau gerakan simpel, serta pakai AI buat nerjemahin lingkungan dan ngasih umpan balik suara.

Kacamata pintar yang paling terkenal itu dari perusahaan teknologi Meta, yang bikinnya bareng Ray-Ban dan Oakley. Lebih dari 7 juta pasang Meta Ray-Bans udah terjual tahun lalu, ini nunjukin makin pPopularnya. Tapi juga menimbulkan kekhawatirannya tentang privasi, misalnya dipake ngerekam orang tanpa tahu, selain khayalan bahwa Meta kirim videonya ke reviewer manusia buat latih AI.

MEMBACA  Super Micro Laporkan Margin Kotor Terendah Sepanjang Sejarah. Haruskah Anda Melepas Saham SMCI?

Buat Sha Khan, yang ilang sekitar 90% penglihatannya di tahun 2021 karena retinitis pigmentosa dan penyakit Stargardt, teknologi itu udah jadi bagian dari hidup sehari-hari sekaligus latian.

“Ini udah kayak bagian dari diri gue sekarang,” ujarnya. “Kalo gue mau keluar pintu depan. Gue gak bakal pergi tanpa kacamata gue.”

Khan juga pake andelin anjingnya, Moby, di keseharian dia. Dia pake Moby buat navigasi selain pas lari.

Dia bilang, sifat kacanya yang gak megang tangan itu berguna banget, soalnya dia bisa tetep konsen pas jalan sama si Moby tanpa megang HP o

Khan mulai lari tahun 2022 setelah seorang volunteer dari Guide Dogs UK – organisasi amal yang kasi anjing pemandu dan dukunga mobilitas buat orang dengan gangguan penglihatan – nyemangatin dia buat coba lari setelah tiba-tiba ilang penglihatannya dan damp kenap di kesehatan mentalnya.

Pas latian P dan pemandu lari, m mggun < he Per :Keatas t bc /nco Jadi e < So some1
the

Tinggalkan komentar