Pasar Gemetar Selat Hormuz Jadi Medan Tempur. “Kami Siap Berondong Kalian dengan Tembakan Melumpuhkan.”

Harga futures saham jatuh dan harga minyak melonjak di hari Minggu setelah harapan agar Selat Hormuz buka penuh sirna karena tembakan-tembakan muncul lagi di akhir pekan.

Futures yang terkait dengan indeks rata-rata industri Dow Jones turun 407 poin, atau 0,82%. Futures S&P 500 turun 0,67%, dan futures Nasdaq kehilangan 0,57%.

Futures minyak AS melonjak 7,14% jadi $89,94 per barel, dan minyak Brent naik 5,9% ke $95,71. Emas turun 1,6% ke $4.801,40 per ons.

Dolar AS naik 0,2% terhadap euro dan naik 0,25% terhadap yen. Hasil dari Treasury 10-tahun tetap di 4,248%.

Pada hari Jumat, Presiden Donald Trump dan menteri luar negeri Iran umumkan bahwa lalu lintas kapal di jalur air sempit itu benar-benar bebas, hal ini menurunkan harga minyak dan memicu reli saham besar-besaran yang bawa S&P 500 ke level tertinggi baru.

Tapi Trump juga bilang blokade angkatan laut AS ke Iran akan tetap berlaku sampai kesepakatan final, dan Korps Pengawal Revolusi Islami bilang mereka masih kendalikan selat itu.

Pada hari Sabtu, IRGC nyatakan bahwa Hormuz ditutup lagi untuk semua kapal, apapun jenis atau asal negaranya. Kapal-kapal juga melaporkan diserang dengan proyektil dan kapal-kapal kecil, kemungkinan dari "armada nyamuk" Iran.

Ketegangan di Teluk Persia meningkat lagi di hari Minggu, ketika Angkatan Laut AS menyita kapal untuk pertama kalinya sebagai bagian blokadenya, dengan sebuah kapal perusak menembaki kapal yang coba hindari jaringannya.

Sebuah pernyataan dari Komando Pusat AS bilang kapal perusak berpeluru kendali USS Spruance mencegat kapal berbendera Iran M/V Touska saat melintasi Laut Arab utara menuju Bandar Abbas di pesisir Iran, dan memberikan banyak peringatan bahwa kapal itu melanggar blokade.

MEMBACA  Antony Blinken tiba di Ukraina saat Rusia mengambil lebih banyak wilayah

Tapi setelah Touska tidak patuhi selama enam jam, Spruance perintahkan kapal itu untuk kosongkan ruang mesin dan tembak beberapa peluru dari senjata 5 inci kapal perusak itu, sehingga lumpuhkan sistem propulsinya, kata pernyataan itu.

"Kapal motor Touska, kapal motor Touska—kosongkan ruang mesinmu," kata para pelaut di Spruance, menurut klip video yang dirilis Komando Pusat. "Kami siap untuk berikan tembakan yang melumpuhkan."

Di media sosial, Trump bilang Angkatan Laut "menghentikan mereka tepat di jalurnya dengan membuat lubang di ruang mesin," dan menambahkan bahwa Touska terkena sanksi Departemen Keuangan AS karena sejarah aktivitas ilegalnya.

Komando Pusat tambahkan bahwa Marinir dari Unit Ekspedisi Marinir ke-31 kemudian naik ke Touska, yang masih dalam tahanan AS.

Operasi ini terjadi setelah Marinir telah berlatih penyerbuan maritim dalam hari-hari terakhir. Sementara itu, tanda-tanda lain operasi tempur muncul saat Angkatan Laut lakukan operasi pembersihan ranjau dengan drone.

Namun, Trump tetap buka pintu diplomasi dengan kirim utusan ke Pakistan untuk lanjutkan pembicaraan dengan Iran. Tapi hingga Minggu malam, Teheran belum konfirmasi apakah diplomatnya akan hadir.

Sementara itu, media negara yang berafiliasi dengan IRGC peringatkan Iran siap untuk kemungkinan perang kembali terjadi dan sebut target-target kritis dekat Laut Merah, di Arab Saudi, dan di UAE.

"Oleh karena itu, Iran siap, dengan rekonstruksi dan persiapan yang telah dilakukan selama dua minggu terakhir, untuk cetak jam-jam neraka yang tak terlupakan sejak awal konflik baru dengan Amerika dan Israel," kata Tasnim News. "Tambahan lagi, analisis posisi Iran menunjukkan bahwa jika perang mulai dan infrastruktur disasar lagi, Iran akan tinggalkan sepenuhnya batasan yang diterapkannya di ronde pertama perang mengenai Bab al-Mandab, Aramco, Yanbu, dan Fujairah."

MEMBACA  Gubernur California menolak RUU keselamatan kecerdasan buatan yang kontroversial

Tinggalkan komentar