Para Pencinta Saham IBM, Catat Tanggal 28 Januari

Saham International Business Machines (IBM) agak tersandung di akhir Januari, turun sekitar 3% dalam seminggu terakhir. Ini karena pasar hati-hati menunggu laporan hasil Q4 2025 yang diumumkan tanggal 28 Januari. Perkembangannya menarik. Saham IBM sebenarnya termasuk yang lebih stabil di antara saham teknologi besar selama setahun terakhir.

Tapi, sekarang harganya sekitar $295, padahal sempat sentuh puncak di atas $320 awal kuartal ini. Tampaknya pasar sedang menilai ulang seberapa banyak berita baik sudah tercermin di harga. Laporan pendapatan mendatang ini semakin terlihat seperti momen reset sentimen, bukan sekadar tinjauan angka biasa.

Secara umum, laporan IBM datang di saat investor semakin pemilih selama musim laporan. Dengan saham teknologi raksasa punya valuasi mahal dan pertumbuhan yang harus berkelanjutan, kualitas panduan masa depan sama pentingnya dengan mengalahkan ekspektasi. Fokus pada IBM adalah keberlanjutan pertumbuhan software, panduan arus kas bebas, dan seberapa lama siklus mainframe Z17 bisa pertahankan kinerja hingga 2026.

IBM adalah perusahaan global yang menyediakan hybrid cloud, perangkat lunak, dan layanan, serta solusi penting seperti mainframe. Perusahaan ini telah bergeser fokus dari layanan IT yang biasa ke perangkat lunak dan beban kerja perusahaan berbasis AI yang lebih bernilai. Kapitalisasi pasar IBM sekitar $272 miliar.

Dalam 52 minggu terakhir, saham IBM bergerak dalam rentang luas, dari terendah sekitar $214 ke tertinggi hampir $325. Meski terkoreksi sekarang, harganya masih jauh lebih tinggi daripada setahun lalu, walau tertinggal dari Indeks S&P 500 ($SPX) sebulan terakhir.

Dari sisi valuasi, IBM saat ini diperdagangkan pada multiple sekitar 27x laba trailing dan 25x laba forward (P/E), ditambah multiple price-to-sale (P/S) sekitar 4.2x. Angka ini lebih tinggi dari sejarah IBM sendiri, didorong antusiasme pada AI dan mainframe-nya. Pertanyaannya, apakah multiple ini masih didukung fundamental?

MEMBACA  Pasar Saham Semakin Luas. Masih Memiliki Jalan Panjang untuk Ditempuh.

Cerita berlanjut

IBM diperkirakan melaporkan laba sekitar $4.33 per saham untuk kuartal akhir 2025, naik dari $3.92 per saham di periode sama tahun lalu. Tapi perkiraan pendapatan lebih beragam, dengan ekspektasi umum kinerja infrastruktur yang bagus karena siklus mainframe Z17 masih berjalan.

Komentar industri seputar bisnis software dan konsultasi akan sangat penting. Bisnis software adalah inti dari cerita margin IBM, dan akan diawasi ketat untuk tanda-tanda pelemahan, sekalipun kecil. Ini karena kenaikan rating IBM banyak disebabkan membaiknya kualitas pendapatannya.

Panduan masa depan (guidance) kemungkinan yang akan menggerakkan pasar. Pasar akan ingin tahu informasi panduan penuh untuk tahun 2026, terutama soal ekspansi margin dan arus kas bebas. IBM selalu menyoroti pengelolaan biaya yang hati-hati dan arus kas yang bisa diprediksi. Pengulangan atau revisi panduan ini bisa buat sahamnya bergerak signifikan.

IBM sudah konfirmasi tanggal laporan Q4-nya pada 28 Januari. Dengan harga saham baru-baru ini tertekan, bahkan kuartal yang baik tapi biasa saja mungkin cukup untuk menstabilkannya, sementara panduan positif bisa memicu kenaikan.

Sentimen analis terhadap IBM beragam, tapi secara keseluruhan saham ini punya rating konsensus “Moderate Buy” dengan perkiraan harga rata-rata $300. Saham ini diharapkan memberi keuntungan signifikan jika mengalahkan perkiraan, seperti ditunjukkan perkiraan harga tertinggi $360. Tapi potensi turun juga mungkin jika tren pertumbuhan melambat, seperti ditunjukkan perkiraan harga terendah $198.

Pada tanggal publikasi, Yiannis Zourmpanos tidak memiliki posisi (langsung maupun tidak langsung) di efek mana pun yang disebut di artikel ini. Semua informasi dan data di artikel ini hanya untuk tujuan informasional. Artikel ini pertama kali diterbitkan di Barchart.com

MEMBACA  Mantan kepala HSBC Noel Quinn akan menjadi ketua Julius Baer

Tinggalkan komentar