Apa yang lebih bagus dari dua perusahaan swasta milik Elon Musk? Satu perusahaan yang lebih besar lagi yang hampir akan go public.
Itulah pandangan optimis untuk mendorong perusahaan roket Musk, SpaceX, dengan membeli startup AI-nya xAI. Kesepakatan ini nilai perusahaan privat itu seharga $1.25 triliun.
Tapi, kata ‘supercharge’ mungkin tidak digunakan semua orang. Pemegang saham internal dan pengamat luar yang skeptis mungkin melihat mega merger ini sebagai contoh lain Musk yang berurusan untuk diri sendiri. Memakai perusahaan yang profitable untuk menelan perusahaan yang tidak profitable dengan ambisi AI yang mahal dan ambigu, itu lebih seperti celengan perusahaan daripada sebuah proposal bisnis.
Tapi, ikut dalam ‘Musk trade’ bisa jadi strategi yang menguntungkan. Dan tetap percaya pada rencananya yang jauh telah berhasil sebelumnya.
Beberapa bulan sebelum IPO yang banyak diantisipasi, SpaceX telah bersolek, menjadi kendaraan investasi yang lebih beragam dan dinamis untuk ‘Musk trade’.
Kalau kamu tidak percaya pada kendaraan Tesla, investasi di SpaceX.
Kalau kamu tidak suka X, taruh harapanmu di pusat data orbital.
Dan jika kamu cari cara untuk ikut dalam perdagangan startup AI, Musk akan segera memenuhi keinginanmu.
Dengan kata lain, merger SpaceX adalah alasan besar lain untuk masuk ke bisnis Musk yang suka bermimpi besar.
Dan waktunya tepat. Ini seperti merenovasi rumah yang akan dijual. Hanya saja, alih-alih open house yang ramai, kita akan segera dapat IPO yang bersejarah.
Sudut pandang lain yang perlu dipertimbangkan, yang menyentuh motivasi di balik kesepakatan ini, adalah bagaimana OpenAI dan Anthropic akan melihat manuver Musk. Tidak sedikit investor swasta yang mencoba bertaruh besar pada kesuksesan AI.
Tapi ada level dalam investasi, dan go public adalah level berikutnya.
Sama seperti OpenAI dapat keuntungan dengan merilis ChatGPT lebih dulu, menjadi perusahaan publik sebelum pemain AI murni lainnya akan menguntungkan pelaku pertama. Menyerap modal dan antusiasme investor retail berarti akan lebih sedikit yang tersisa ketika OpenAI dan Anthropic akhirnya muncul di Wall Street.
Musk, patut diakui, tahu dia menjual cerita sama seperti produk finansial. Dia bilang pusat data di Bumi dengan kebutuhan listrik dan lahannya sudah mentok. Tapi pusat data di luar angkasa? “Maksudku, luar angkasa disebut ‘angkasa’ ada alasannya,” tulis Musk dalam pengumuman kesepakatan.
Roket SpaceX Falcon 9 yang membawa muatan rahasia untuk National Reconnaissance Office (NRO) meluncur dari landasan 40 di Cape Canaveral Space Force Station pada 9 Desember 2025 di Cape Canaveral, Florida. (Paul Hennesy/Anadolu via Getty Images) · Anadolu via Getty Images
Bagaimanapun kaburnya tujuan akhir perusahaan AI, Musk membingkai perusahaan AI-nya — seperti dia lakukan dengan Tesla dan SpaceX — sebagai komponen kunci dalam cerita fiksi ilmiah di masa depan dekat yang menarik.