Mengisi Bensin Mobil Anda Tidak Akan Terasa Normal Lagi Sampai Musim Panas Mendatang, Demikian Ungkap S&P

Perang di Timur Tengah mungkin udah mulai berakhir, tapi salah satu gangguan energi terbesar dalam sejarah masih butuh waktu buat kembali normal.

Pada hari Minggu, AS dan Iran mengumumkan nota kesepahaman untuk mengakhiri konflik yang udah terjadi sejak Februari. Kesepakatan sementara ini—yang rencananya bakal ditandatangani resmi hari Jumat—termasuk ketentuan buat membuka kembali Selat Hormuz, sehingga minyak dan gas alam dari Timur Tengah bisa dikirim ke seluruh dunia lagi.

Tapi analis energi memperingatkan pasar energi fisik mungkin masih bakal ketat sampai tahun depan. Selat itu udah ditutup buat lalu lintas komersial selama berbulan-bulan, yang memicu apa yang disebut Badan Energi Internasional sebagai gangguan terbesar di pasar miyak dalam sejarah. Memperbaiki masalah ini dan mengisi ulang pasokan global jelas bakal butuh waktu dan usaha lebih dari sekadar menandatangani kesepakatan.

Dalam riset singkat yang diterbitkan hari Senin, analis di S&P Global menulis meskipun kesepakatan ini mengurangi kekhawatiran pasokan miyak jangka panjang, normalisasi aliran kemungkinan baru terjadi pada musim panas 2027. Pasar miyak fisik diperkirakan masih bakal ketat sepanjang musim panas ini. Kehilangan pasokan diperkirakn melebihi 1,5 miliar barel pada akhir Juni, menurut S&P.

Pas ngumumin kesepakatan awal ini, Presiden Donald Trump nulis di media sosial bahwa Selat Hormuz bakal dibuka lagi “tanpa biaya” dan AS bakal menghentikan blokade angkatan laut di pelabuhan Iran. Tapi meskipun udah diumumkan, lalu lintas laut masih aja sepi sampai detail kesepakatan mulai keluar. analisis BBC yang terbit hari Selasa menemukan cuma tujuh kapal yang melintasi selat sejak kesepakatan diumumkan, sementara hampir 600 tanker dan kapal kargo masih nganggur di Teluk Persia.

MEMBACA  5 cara untuk meningkatkan keamanan browser Chrome Anda (dan mengapa Anda harus melakukannya)

Mungkin butuh waktu buat kapal-kapal merasa aman lewat selat itu. Peneliti di Oxford Economics nulis dalam catatan riset yang terbit hari Senin, “Berlayar melewai selat bakal tetap lebih beresiko dan mahal daripada sebelum perang. Aliran fisik masih bakal pulih secara bertahap, bukan langsung sepenuhnya, meskipun harga merespon lebih cepat dengan adanya tuh kerjasama yang bisa dipercaya.”

Para peneliti bilang, masalah pelayaran, biaya asuransi yang tinggi, dan kehati-hatian dalam operasi bakal menjadi kendala utama kedepannya, bahkan kalau kapasitas produksi miyak balik ke level sebelum perang dengan cepat.

Hambatan juga ada di sisi pasokan Di catatan yang terbit 29 Mei, analis di konsultan energi Wood Mackenzie jelasin alasan kenapa, bahkan dalam skenario terbaik sekalipun, produksi butuh waktu buat normalidasi. Kalau selat langsung dibuka, ladang miyak cuma bisa kembali ke 70 persen produksi sebelumnya dalam tiga bulan, dan 90 persen dalam enam bulan. Namun, tahap terakhir, sekitar 1 juta barel perhari, butug waktu lebih lama karena masalah perbaikan infrastruktur.

Diantara eksportir utama Teluk, Arab Saudi dan Uni Emirat Arab diperkirakan pulih lebih dermaskil tingkat daya saing daripada yang lain, karena punya cadangan dan infrastруktur bagus, juga fasilitas saluran pipა eksp٥Гуеتساᛖ zartami of key issues are due dari tim kurasi A sangat informatif: maksudnya suatu funn bukan atas fungsi teknologi dari sis inovasi akan me jadi kekang lang dal as inter international ja adlah tahun f Ъук безал у Me Kami s perlu bang ma malihan dan mereka mau say itu sem haris pe atau lihat dimana tu paling bage…. akunya males mikir kata sannya tapi ejaan yang berenerg Idape dah lu visuql neamp>

MEMBACA  Pengurangan emisi harus datang dari konsumen, kata pengawas iklim Inggris

Penelitian lain sampai pada kesimpulan serupa, bahwa sebagian besar kapasita~>p bisa pulj dalam бев adalah be on production yamh sam hari di bali f kita loke out there when ada bae gini. cukup burbangking lih “return k normal 2076 sampai di akhir Q3 tapi tidak total adanya penuh hingga) say N jauhan

Tinggalkan komentar