Mengapa Spekulasi Merger SpaceX dan Tesla Makin Terbentuk saat Harga Saham Melonjak

Dalam wawancara CNBC tgl 12 Juni, pembawa acara Morgan Brennan tanya ke presiden dan COO SpaceX, Gwynne Shotwell, apa mungkin perusahaan roket dan AI itu bakal beli saham terbesar kedua Elon Musk, yaitu Tesla. Dia gak bilang tidak mungkin, malah bilang itu masuk akal. “Kita semua lagi mencoba capai konvergensi di masa depan,” katanya, sambil nambahin kalo penggabungan ini “mungkin bikin hidup Elon lebih mudah.”

Setelah debut SpaceX yang luar biasa beberapa jam setelah wawancara Shotwell di CNBC, angka-angka buat kemungkinan merger jadi lebih bagus. Soalnya harga saham SpaceX naik tinggi banget sampe bisa beli Tesla dengan ngeluarin lebih sedikit saham dibanding kalo harga nya masih di level sebelum trading.

Skenario itu bikin lebih gampang buat ngatasi masalah besar di kerajaan Elon: Gimana cara nyelametin Tesla. Fundamental Tesla makin lemah. Dalam empat kuartal terakhir, Tesla cuma dapet laba bersih $3.4 miliar (standar GAAP), turun dari $15 miliar di 2023 dan $7.0 miliar di 2024. Tapi nilai pasarnya masih sekitar $1.5 triliun, angka yang hampir semua nya based on janji Elon soal untung besar dari robot dan mobil self-driving, produk yang belum laku dan masuk pasarnya selalu molor. Bahkan, banyak orang di Wall Street takut kalo nilai pasar Tesla yang gede itu bukan karena harapan masa depan, tapi lebih karena kemungkinan SpaceX bakal nawar harga yang mendekati nilai jual Tesla buat akuisisi gede.

Ini cara angka baru bikin transaksi lebih menarik buat Elon dan pemegang saham SpaceX lainnya, setidaknya secara teori. Kalo harga tawaran $135 per saham, nilai SpaceX sekitar $1.75 triliun—angka yang banyak disebut sebelum 12 Juni. Jadi, kalo SpaceX beli Tesla pake saham, dan kedua perusahaan tetep punya nilai yang sama, SpaceX perlu ngeluarin 46% lebih banyak saham (itu $1.5 triliun dibagi total ekuitas $3.25 triliun).

MEMBACA  Mantan Presiden Telah Menyebabkan Kerugian Saham yang dalam di Perusahaan dan Industri yang Dituju

Tapi sejak SpaceX mulai trading, sahamnya naik 37% jadi $185 pada 18 Juni (akhir minggu pertama di Nasdaq), bikin nilainya jadi $2.44 triliun. Hasilnya, SpaceX bisa beli Tesla dengan cuma ngeluarin “38%” saham aja. Itu peningkatan besar dibanding 46% sebelumnya.

Bahkan sebelum SpaceX “moonshot” bersejarah ini, banyak tokoh ternama di Wall Street nganggep merger itu pasti. Analis Wedbush Dan Ives kasih peluang merger 80%. Investor lama Tesla Ross Gerber bilang, sejak Elon udah gabungin xAI ke SpaceX, langkah baru ini bakal majuin visinya punya satu perusahaan besar kayak Berkshire Hathaway-nya teknologi AI. Situs taruhan Kalshi tunjukin peluang 52% kalo ini bakal terjadi sebelum Mei tahun depan.

Hari ini, angka Kalshi naik dikit ke 54%. Meski gitu, SpaceX udah capai nilai pasar yang besar banget kalo liat fundamentalnya yang sederhana. Itu kasih Elon peluang gede buat pake saham yang terlalu mahal buat nyelametin dirinya dan pemilik Tesla lainnya.

Dokumen S-1 SpaceX ngebahas banyak area kolaborasi antara dua perusahaan. Itu termasuk kerjasama buat ngembangin alur kerja digital dan kepemilikan bersama di fasilitas Terafab yang rencana-nya bikin perangkat keras komputasi 1 terawatt per tahun. Tesla juga punya sekitar $4 miliar di saham SpaceX lewat saham xAI-nya, yg di beli perusahaan roket di bulan Februari.

Pendapat Elon bahwa dua perusahaannya punya visi AI yang sama kasih dia alesan buat justifikasi deal. Masalahnya: Gabungan ini bakal jadi salah satu makhluk paling aneh dalam sejarah kapitalisme. Kalo nilai keduanya tetep stabil sampe merger selesai, perusahaan gabungan bakal punya nilai pasar $4 triliun, jadi perusahaan AS keempat termahal setelah Nvidia, Alphabet, dan Apple, dan lebih tinggi $1 triliun dari Amazon dan Microsoft. Padahal, ga kayak perusahaan besar lain yang untung, gabungan ini bakal punya laba negatif, karena kerugian SpaceX di empat kuartal terakhir lebih gede dari untung Tesla yang kecil.

MEMBACA  Serangan Iran Goyangkan Israel, Tapi Mereka Tetap Teguh

Singkat nya, Elon bakal pake saham yang mahal banget buat beli saham lain yang sama genre-nya. Itu bakal bagus buat Tesla, tapi jelek buat pemegang saham SpaceX. Meskipun SpaceX bakal alamin lebih sedikit dilusi karena kenaikan harga, pemegang sahamnya tetep bakal turun dari 100% kepemilikan jadi kurang dari 2/3. Apa yang Mereka dapet? Untung kecil dari bisnis EV Tesla dan nambahnya portfolio multi-produk kayak robotaxi, robot, dan baterai ke roket Starlink sereum AI yang udah di miliki. Elon bakal bikin SpaceX jadi lebih mirip konglomerat dan lebih susah di atur. Kita bakal liat apa Elon punya keahlian khusus (kezialian) kayak Warren buat bikin kumpulan barang yang beda itu berhasil, padahal banyak perusahaan dari GE sampai Honeywell lagi ninggalin model konglomerat.

Tantunya, deal yang keliatan gila ini mungkin gak jadi. Tapi dengan naikin saham SpaceX ke orbit, para fans dan pendukung Wall Street loisa bikin sesuatu yang keliatannya cuma bisa terjadi di pikiran Elon jadi lebih mungkin.”

Tinggalkan komentar