Lyft Luncurkan Fitur untuk Bantu Remaja Keluar Rumah: “Masalah di 2026 adalah Isolasi Sosial dan Terlalu Lama di Depan Layar”

Lyft Luncurkan Fitur Baru untuk Remaja

Lyft sekarang memperkenalkan fitur yang memungkinkan remaja umur 13 sampai 17 tahun untuk memakai aplikasi rideshare-nya. Fitur baru ini bernama Lyft Teen. Dengan fitur ini, orang tua bisa mengontrol dan mengizinkan anak mereka memesan tumpangan lewat aplikasi orang tua.

Untuk keamanan, setiap perjalanan akan memakai kode PIN, perekaman suara, pengecekan rute, dan orang tua bisa melacak perjalanan secara langsung. Fitur ini tersedia untuk pengguna Lyft yang akunnya sudah terverifikasi.

Lyft Teen sudah bisa dipakai di lebih dari 200 kota besar di AS, seperti New York dan Washington, D.C. Menurut perusahaan, fitur ini akan diperluas ke lebih banyak tempat sepanjang tahun ini.

Ini adalah perubahan dari kebijakan Lyft sebelumnya, yang mengharuskan anak di bawah umur didampingi orang dewasa saat naik Lyft.

CEO Lyft, David Risher, mengatakan fitur ini dibuat karena biaya mobil dan asuransi untuk remaja semakin mahal. Selain itu, orang tua juga sering sibuk mengantar-jemput anak mereka. Fitur ini juga menjawab isu bahwa Gen Alpha (yang lahir dari tahun 2010) dianggap kurang mandiri dibandingkan generasi remaja sebelumnya.

"Remaja ingin mandiri. Mereka ingin bisa pergi sendiri melakukan aktivitasnya," kata Risher. "Dan orang tua menginginkan sesuatu yang terpercaya, aman, dan terjangkau. Itulah yang kami coba buat."

Meskipun ingin mandiri, semakin sedikit remaja yang memiliki SIM. Data menunjukkan, dari tahun 1983 ke 2022, persentase remaja 18 tahun di AS yang punya SIM turun dari 80% jadi 60%. Bahkan CEO Uber, Dara Khosrowshahi, mengakui anaknya yang sudah dewasa tidak punya SIM.

"Uber membuatnya lebih bebas," ujar Khosrowshahi.

Risher menambahkan, remaja juga punya sedikit pilihan transportasi umum karena masalah kekurangan supir bus dan pemotongan rute. Ini menyulitkan mereka untuk pergi kerja atau bertemu teman.

MEMBACA  Pekerja penyelamat mencari penambang emas yang hilang setelah tanah longsor di Turki oleh Reuters

Uber sebenarnya sudah meluncurkan fitur serupa untuk remaja pada tahun 2023, yang sekarang tersedia di 50 negara. Tahun lalu, baik Lyft maupun Uber juga memperkenalkan fitur khusus untuk pengguna lanjut usia.

Di sisi lain, layanan taksi otonom Waymo juga semakin populer di kalangan remaja di beberapa wilayah, karena dianggap lebih aman tanpa supir manusia.

Membangun Kemandirian Gen Alpha

Perusahaan seperti Starbucks juga berusaha menarik generasi muda yang butuh ‘tempat ketiga’ selain sekolah, kerja, atau rumah. Risher berharap Lyft Teen bisa membantu mengurangi masalah remaja yang terlalu sering di kamar bermain ponsel.

"Masalah di tahun 2026 adalah isolasi sosial dan terlalu banyak waktu di depan layar," katanya. "Fitur ini kami harap bisa jadi solusi."

Namun, beberapa pengemudi Lyft di forum Reddit kurang setuju dengan ide mengangkut remaja. Sebagian bahkan memilih untuk tidak memakai fitur ini. Risher menyebut kelompok pengemudi ini "jumlahnya relatif sedikit."

Menurutnya, keraguan ini mungkin karena sebelumnya remaja tidak diizinkan naik Lyft, sehingga beberapa pengemudi batal mengantar jika melihat penumpangnya remaja. Risher mengatakan para pengemudi adalah kontraktor independen yang bebas memilih apakah ingin ikut dalam fitur ini atau tidak.

Cerita ini pertama kali muncul di Fortune.com.

Tinggalkan komentar