Lembah Kekecewaan: Peluang Terbaik Membeli Saham AI pada 2026

Beberapa minggu terakhir sulit untuk pasar secara keseluruhan. Tapi buat saham-saham kecerdasan buatan (AI), kondisinya benar-benar buruk. Misalnya, saham Microsoft turun lebih dari 20% dari puncak tahun lalu, sementara Broadcom turun lebih dari 10%. Saham Oracle (NYSE: ORCL) terpotong setengah karena kekhawatiran soal pengeluaran infrastruktur AI yang meningkat, yang hasilnya belum pasti.

Kenapa bisa begitu? Singkatnya, investor baru tersadar tentang biaya dan nilai AI. Teknologi ini tidak sehebat yang digembar-gemborkan. Saham-saham unggulan di bidang ini sedang disesuaikan harganya untuk mencerminkan realita ini.

Tapi jangan menyerah dulu pada revolusi AI. Justru, masa sepi ini harus dilihat sebagai peluang beli jangka panjang. Tantangan ini hanyalah tahap berikutnya dalam siklus psikologi yang sudah sering dilihat investor.

Tahap yang sedang dialami AI sekarang — disebut “lembah kekecewaan” — biasanya terjadi sebelum pemulihan yang bagus untuk saham-saham teratas di industri apapun.

Perusahaan riset pasar dan konsultan teknologi Gartner mengenali dan merumuskan apa yang kini dikenal sebagai Siklus Hype Gartner. Terdiri dari lima tahap yang dilalui kebanyakan teknologi baru beserta perusahaannya (dan sahamnya). Kelima tahap itu adalah:

1. Pemicu Inovasi: Teknologi baru dikembangkan dan bekerja, meski belum punya kegunaan yang jelas di pasaran.

2. Puncak Ekspektasi Berlebihan: Kebutuhan akan teknologi tersebut mulai jelas, menciptakan banyak kegembiraan — dan investasi.

3. Lembah Kekecewaan: Ternyata, meski teknologinya punya manfaat, peluang langsungnya tidak sebesar yang diharapkan. Beberapa perusahaan terkait mulai goyah.

4. Lereng Pencerahan: Biaya teknologi turun, fungsinya berkembang, dan perusahaan yang bertahan mulai mengubahnya jadi bisnis yang praktis dan bisa dijual.

5. Dataran Produktivitas: Industri stabil saat teknologi dasarnya menjadi biasa. Pemain yang tidak untung sudah keluar, menyisakan yang viable.

MEMBACA  Pemegang saham Trump Media UAV membuang hampir 11 juta saham

Contoh utama industri yang melalui Siklus Hype Gartner tentu saja booming dot-com akhir 1990-an diikuti kejatuhannya tahun 2000. Banyak perusahaan zaman itu sudah tidak ada. Tapi yang bertahan justru jadi pondasi internet sekarang.

Dilihat seperti ini, jelas bahwa AI memang sedang di lembah kekecewaan. Sudah pasti dunia akan pakai AI di masa depan. Tapi, tidak bisa dipungkiri juga bahwa AI belum menunjukkan nilai nyata di semua tempat yang diharapkan — inilah “kekecewaan”-nya.

Tapi ada alasan untuk tetap investasi. Itulah yang terjadi selanjutnya dalam daftar Gartner: lereng pencerahan, saat para CFO dan CEO mulai sadar untuk apa AI tidak bagus, dan untuk apa AI bagus. AI mungkin cocok untuk tugas seperti keamanan siber, peramalan, dan membuat atau mengedit gambar digital.

Dengan ini, saham AI mana yang harus dibeli investor sebelum fase pencerahan dimulai? Oracle yang tadi disebut bisa jadi salah satunya. Peralihan perusahaan ini untuk melayani pasar AI secara spesifik cukup menjanjikan.

Alphabet (NASDAQ: GOOG) (NASDAQ: GOOGL) adalah nama AI lain yang patut dipertimbangkan. Saham ini termasuk sedikit yang (kebanyakan) bertahan dari tekanan bearish akibat AI masuk ke lembah kekecewaan. Unit cloud Alphabet adalah segmen dengan pertumbuhan tercepat karena AI.

Atau, jika cari sesuatu yang kurang terkenal, ada Recursion Pharmaceuticals (NASDAQ: RXRX) yang pakai AI untuk menemukan dan kembangkan obat baru, dan UiPath (NYSE: PATH) yang spesialisasi di otomatisasi alur kerja komputer. Keduanya layak ditambahkan ke daftar pantauan jangka panjang.

Satu nama AI yang mungkin tidak layak dibeli di lembah kekecewaan ini? Cukup mengejutkan, yaitu Microsoft yang tadi disebut. Meski masih kuat, perusahaan ini belum menunjukkan keunggulan di aspek apapun dari bisnis AI — setidaknya belum. Padahal, menjadi dominan adalah kunci untuk kinerja saham yang bagus di industri manapun.

MEMBACA  Sebelum pemilihan AS, pengacara berseteru atas tuduhan pelanggaran etika oleh Reuters

Tinggalkan komentar