Hal pertama yang harus di mengerti tentang kesepakatan TikTok adalah, ini sebenarnya belum jadi kesepakatan resmi. Perintah eksekutif Trump hari Kamis cuma menunda aplikasi media sosial China ini agar tidak dilarang di AS (seperti yang disyaratkan undang-undang pada musim semi 2024) selama 120 hari lagi, sementara berbagai pihak berusaha menyelesaikan perjanjian.
Jadi masih banyak yang kita tidak tau tentang perjanjian ini, dan banyak hal bisa berubah.
Tapi kalau kamu dengar-dengarkan baik-baik semua yang diucapkan selama acara penandatanganan Trump, dan kalau kamu gabungkan pernyataan resmi Gedung Putih serta laporan pers tentang kesepakatan ini, beberapa hal menjadi jelas:
- Algoritma buatan China yang jadi pusat kekhawatiran keamanan nasional AS akan tetap melayani konten ke orang Amerika, walaupun dengan semacam pengawasan dan “pelatihan ulang.”
- Kesepakatan ini bikin peluang bagi banyak orang yang terlibat untuk dapat uang.
Apakah ini membuat kesepakatan jadi bagus atau jelek mungkin tergantung pandangan kamu tentang banyak hal, dari geopolitik sampai praktek keuangan Wall Street. Tapi yang pasti, ini kesepakatan yang tidak biasa dan cukup beda dari yang banyak orang perkirakan.
Dibuat di AS?
Mari kita mulai dengan versi Amerika dari aplikasi TikTok yang akan lahir karena kesepakatan ini.
Menurut Gedung Putih, bagian layanan TikTok yang melayani penduduk AS saat ini akan dipisahkan dari perusahaan induknya di China, ByteDance. “TikTok Amerika” yang baru dan terpisah akan dibuat dan ditempatkan di bawah kendali usaha patungan yang “mayoritas dimiliki dan dikontrol oleh orang Amerika.”
Semua data pengguna untuk aplikasi ini akan disimpan di pusat data AS yang dioperasikan oleh Oracle (sesuatu yang sebenarnya sudah dimulai sejak 2022), sehingga menjamin privasi dan keamanan data orang Amerika.
Usaha patungan itu juga akan bertanggung jawab untuk mengawasi algoritma yang memilih video mana yang muncul di umpan pengguna. Tapi kelihatannya algoritma yang sebenarnya menggerakkan TikTok Amerika akan tetap yang dikembangkan ByteDance—algoritma yang sama yang menurut para pembuat undang-undang tidak bisa dipercaya karena hubungan ByteDance dengan China, “musuh asing.”
Dalam “Lembar Fakta” resminya, Gedung Putih mengatakan “pemisahan ini menempatkan operasi algoritma, kode, dan keputusan moderasi konten di bawah kendali usaha patungan baru.” Perintah itu menyerukan “semua model rekomendasi, termasuk algoritma, yang menggunakan data pengguna AS untuk dilatih ulang dan dipantau oleh mitra keamanan tepercaya Amerika.”
Yang tidak secara eksplisit dikatakan adalah bahwa TikTok Amerika akan membuat algoritma baru sendiri dari nol.
Ide nya kayaknya, bahaya apapun dari algoritma buatan China bisa dihilangkan dengan memasang filter AS di atasnya. Bagaimana ini bekerja dalam prakteknya masih harus dilihat. Akankah AS punya akses dan visibilitas lengkap ke algoritma, atau pada dasarnya akan mencoba mengakali kotak hitam? Dan bisakah filter AS begitu kuat sehingga malah membunuh keajaibannya, menghasilkan TikTok Amerika yang hambar dan tidak asli yang tidak akan mau digunakan oleh remaja yang punya harga diri?
Perjanjian lisensi dan banyak keuntungan
Menurut laporan Bloomberg, usaha patungan akan melisensikan algoritma dari ByteDance, membayar perusahaan itu 20% dari pendapatan dan hingga 50% dari keuntungan. Dengan kata lain, ini solusi elegan untuk masalah yang rumit: ByteDance tetap memiliki algoritma dan 20% saham di aset yang memakai mereknya di AS, dan dapat insentif finansial yang berkelanjutan—semuanya memberi kesan kolaborasi yang bersahabat.
Biaya lisensi yang berkelanjutan juga berarti investor AS bisa mendapatkan aset ini dengan uang muka yang sangat rendah. Wakil Presiden JD Vance mengatakan nilai kesepakatan ini $14 miliar — jauh di bawah perkiraan banyak analis, yang menilai nilainya antara $35 miliar dan $50 miliar. Satu-satunya cara harga itu masuk akal bagi ByteDance adalah dengan biaya lisensi yang mengirimkan pendapatan margin tinggi di masa depan kepada mereka.
Axios melaporkan bahwa Silver Lake, Oracle, dan MGX akan memiliki gabungan 45% saham di usaha patungan baru, sementara 5% disisihkan untuk kelompok investor baru yang “masih berubah-ubah.” Kelompok 5% itu mungkin termasuk Rupert Murdoch dan Michael Dell, nama yang disebut Trump selama acara penandatanganan. Dan bisa dibayangkan banyak teman lain dari pemerintahan Trump yang ingin masuk ke klub 5% itu, mengingat harga masuknya yang rendah.
Sekarang, bayangkan suatu saat setelah kesepakatan selesai, pemilik baru TikTok Amerika memutuskan untuk menjual saham ke publik dalam IPO. Kecuali ada bencana tak terduga, penawaran itu hampir pasti akan menilai TikTok Amerika di atas $14 miliar (sebagai perbandingan, Snap memiliki kapitalisasi pasar $14 miliar padahal basis pengguna AS Snap jauh lebih kecil). Apakah investor menjual saat IPO, atau setelah saham diperdagangkan, ada banyak potensi keuntungan.
Kesepakatan ini bahkan mungkin membuka jalan bagi ByteDance untuk mewujudkan mimipi IPO yang lama ditunggu. Perusahaan itu menunda rencana untuk mencantumkan saham di Hong Kong pada 2021 karena masalah dengan regulator China tentang keamanan data, dan ketidakpastian nasib TikTok di AS telah meredam pencatatan pasar publik sejak saat itu. Bebas dari masalah AS, ByteDance akan memiliki kasus yang jauh lebih menarik untuk diajukan ke pasar publik—termasuk pendapatan lisensi yang bagus itu.
Ada banyak calon pemenang dalam kesepakatan ini. Apakah masyarakat Amerika salah satunya, masih harus dilihat.
Fortune Global Forum kembali pada 26–27 Oktober 2025 di Riyadh. CEO dan pemimpin global akan berkumpul untuk acara dinamis yang hanya dengan undangan, membentuk masa depan bisnis. Ajukan permohonan undangan.