Kesepakatan $100 Miliar AbbVie Selaraskan Harga Obat dengan Tujuan Manufaktur Domestik

Dalam perjanjian tiga tahun, AbbVie setuju untuk menurunkan harga beberapa obat Medicaid dan memperluas distribusi lewat platform TrumpRx yang langsung ke pasien. Sebagai gantinya, perusahaan dapat bebas dari tarif impor farmasi dan kontrol harga di masa depan. Mereka juga berjanji investasi $100 miliar dalam dekade berikutnya untuk riset, pengembangan, dan proyek modal di AS, termasuk pembuatan produk.

Walaupun AbbVie belum rinci alokasi $100 miliar itu, fokus pada produksi dalam negeri sejalan dengan dorongan pemerintah untuk memulangkan pembuatan obat dan kurangi ketergantungan pada rantai pasok luar negeri. Akuisisi senilai $175 juta baru-baru ini dan modernisasi fasilitas produksi alat di Tempe, Arizona, yang dirancang untuk dukung terapi imunologi dan neurosains generasi sekarang dan berikutnya, adalah contoh awal investasi itu.

Dengan sekitar 29.000 karyawan di AS, AbbVie diperkirakan akan mengarahkan sebagian besar modal barunya untuk memperluas kapasitas produksi biologik, tingkatkan teknologi produksi, dan perkuat ketahanan rantai pasok. Investasi ini mencerminkan tren industri di mana skala dan keandalan produksi jadi aset strategis, bukan sekadar operasi belakang, apalagi dengan produk biologik kompleks yang makin dominan.

Dari sisi kebijakan, kesepakatan AbbVie sesuai dengan pola yang lebih luas. Perusahaan farmasi besar menerima keringanan harga tertentu sebagai imbalan kepastian jangka panjang soal tarif dan pengawasan regulasi. Bagi AbbVie, pembebasan dari aturan harga masa depan dan tarif impor memberi fleksibilitas untuk kembangkan operasi produksi dan pengemasan dalam negeri, sambil tetap alokasikan sumber daya untuk pengembangan produk baru.

Kesepakatan ini juga merupakan perluasan besar dari rencana investasi AS AbbVie yang diumumkan sebelumnya, melebihi komitmen $10 miliar yang diungkap tahun lalu. Dalam konteks ini, manufaktur bukan cuma soal kepatuhan; ini jadi pusat dari posisi AbbVie dalam lanskap kebijakan saat ini.

MEMBACA  Musk mengatakan pemegang saham Tesla kemungkinan menyetujui kesepakatan bayarannya $56 miliar

Kesepakatan AbbVie menambah daftar perjanjian “most-favored-nation” antara pemerintah dan produsen obat besar, termasuk Amgen, Boehringer Ingelheim, Bristol Myers Squibb, Genentech (Roche), Gilead Sciences, GSK, Merck, Novartis, dan Sanofi. Masing-masing setuju potongan harga untuk obat-obatan terpilih di AS sebagai ganti keringanan tarif dan prediktabilitas kebijakan.

Secara keseluruhan, perjanjian-perjanjian ini menunjukkan bahwa negosiasi harga obat di AS tidak lagi fokus hanya pada harga daftar atau rabat. Investasi manufaktur domestik telah menjadi faktor penting dalam membentuk keputusan kebijakan.

Tinggalkan komentar