Kemitraan Gates Foundation dengan Produsen Obat India untuk Percepatan Vaksin HIV Rp 40 Juta

Suntikan dua kali setahun yang disebut sebagai alat pencegahan HIV paling menjanjikan dalam beberapa dekade akan segera tersedia untuk jutaan orang lagi. Versi generiknya dihargai sekitar $40 per pasien per tahun.

Yayasan Gates dan pembuat obat India, Hetero Labs Ltd., adalah di antara kelompok yang akan memproduksi obat lenacapavir ini. Di AS, Gilead Sciences Inc. menjualnya dengan harga lebih dari $28,000 per tahun dengan merek Yeztugo.

Pabrikan India lain, Dr. Reddy’s Laboratories Ltd., juga ikut serta. Mereka bermitra dengan Unitaid, Clinton Health Access Initiative, dan Wits RHI untuk memperluas persediaan. Langkah-langkah ini kemungkinan akan mempercepat upaya global untuk membuat suntikan ini tersedia bagi jutaan orang yang paling berisiko terkena HIV.

Meski sudah ada kemajuan selama puluhan tahun, HIV masih menjadi ancaman. Terapi antiretroviral membuat virus ini bisa dikendalikan, dan pil PrEP harian memungkinkan orang melindungi diri sebelum terpapar. Tapi, tetap ada 1,3 juta infeksi baru tahun lalu. Dua per tiga penderita HIV ada di Afrika, di mana alat pencegahan masih langka.

Keunggulan Lenacapavir ada pada daya tahannya dan sifatnya yang privat: satu suntikan memberikan perlindungan selama enam bulan. Ini sangat penting terutama untuk wanita yang sering kesulitan dalam hal penggunaan kondom atau minum pil setiap hari.

Bill Clinton, salah satu pendiri Clinton Health Access Initiative, mengatakan kemampuan untuk melindungi seseorang selama enam bulan dengan satu suntikan, dengan biaya sama seperti pil harian yang ada sekarang, benar-benar transformasional. Menurutnya, ini adalah terobosan luar biasa.

Namun, mewujudkan janji ini mengalami banyak kendala. Harga Lenacapavir yang mahal membuat suntikan ini tidak terjangkau, bahkan bagi wanita Afrika Selatan yang ikut dalam uji klinisnya. Di waktu yang sama, pemotongan besar bantuan AS di masa Presiden Donald Trump membuat sistem kesehatan Afrika kesulitan menutupi kekurangan dana.

MEMBACA  Sainsbury's akan memotong 3.000 pekerjaan karena biaya yang meningkat mempengaruhi bisnis

Bagi banyak pemerintah Afrika, tantangan ini diperparah oleh utang yang sangat besar sehingga anggaran kesehatan mereka jadi sangat kecil. Pemerintah terpaksa menggunakan sumber daya yang sedikit untuk banyak kebutuhan, menyeimbangkan kebutuhan mendesak untuk HIV dengan tuntutan layanan dasar lainnya.

Sekitar setahun lalu, Gilead mengumumkan akan mengizinkan pabrikan generik mulai memproduksi versi lenacapavir berbiaya rendah untuk 120 negara dengan sumber daya terbatas dan beban HIV tinggi. Biasanya, pengaturan seperti ini butuh waktu sepuluh tahun atau lebih untuk bisa diakses secara luas.

Para pendukung mengatakan perjanjian baru dengan pabrikan India bisa mempersingkat waktu itu dengan tajam. Yayasan Gates mencatat, saat ini hanya 18% orang yang bisa mengambil manfaat dari PrEP yang memiliki akses.

Gilead bertujuan menyelesaikan pengajuan regulasi untuk lenacapavir sebagai PrEP di 18 negara pada akhir tahun ini. Versi generik diperkirakan akan didistribusikan melalui program HIV nasional dan saluran pembelian seperti Global Fund, sehingga dampak suntikan ini yang sudah lama dijanjikan akhirnya bisa terwujud.

Fortune Global Forum kembali pada 26–27 Oktober 2025 di Riyadh. CEO dan pemimpin global akan berkumpul untuk acara eksklusif yang membentuk masa depan bisnis. Ajukan undangan.