Kekuatan Dolar dan Melemahnya Minyak Mentah Tekan Harga Gula

Juli NY world sugar #11 (SBN26) pada hari Kamis tutup turun -0,26 (-1,88%), dan Agustus London ICE white sugar #5 (SWQ26) tutup turun -6,90 (-1,53%).

Harga gula menetap lebih rendah pada hari Kamis, dengan gula NY menyamai posisi terendah 1,75-bulan dari hari Selasa. Penguatan dolar dan kelemahan harga minyak mentah pada hari Kamis mendorong turun harga gula. Indeks dolar ($DXY) melonjak ke posisi tertinggi 13-bulan pada hari Kamis, membebani hampir semua harga komoditas di pasar. Juga, minyak mentah WTI (CLN26) jatuh ke posisi terendah 3,5-bulan, menekan harga etanol, yang bakalan bisa mendorong pabrik gula di dunia buat mengalihkan gilingan tebu ke produksi gula ketimbang etanol, jadinya nambah pasokan gula ke pasa.

Pada hari Rabu, harga gula naik ke posisi tertinggi 1-minggu karena khawatirin soal panen gula India. Hari Rabu, Departemen Meteorologi India laporan bahwa curah hujan muson kumulatif India itu 38% di bawah normal per 17 Juni. Musim muson India berlangsung dari Juni sampai September.

Kekhawatiran bahwa cuaca kering dari kejadian El Niño bisa ganggu produksi gula dunia adalah bagus buat harga. Pekan lalu Rabu, Badan Meteorologi Jepang konfirmasi sebuah pola cuaca El Niño sudah terbentuk di seluruh Pasifik khatulistiwa. Munculnya El Niño kemungkinan besar bakal ngurangin curah hujan di Brazil, India, dan Thailand, itung tiga daerah produsen gula terbesar dunia. Kantor cuaca India baru-baru ini nurunin perkiraan curah hujan kumulatif buat musim muson Juni-September pada Jumat lalu manjadi 90% dari rata-rata jangka panjang, turun dari ramalan 92% yang dikeluarin di April. NOAA (Administrasi Kelautan dan Atmosfer Nasional AS) memperibaikan ada kemungkinan 67% buat “Super El Niño” tahun ini, yang terkuat yang pernah dicatat.

MEMBACA  TV Roku terbaik tahun 2025: Diuji dan direkomendasikan oleh pakar

Sebagai faktor bagus, pedagang gula Czarnikow hari Kamis lalu motong perkiraan keseimbangan gula dunia 2026/27 dari surplus 1,4 MMT manjadi defisit -100.000 MT, soalnya pabrik gula Brazil mengging lebih banyak etanol daripada gula di tengah lonjakan harga minyak mentah.

Pada 28 April, Conab, di laporan inisial buat musim gula baru, meramalkan produksi gula Brazil 2026/27 akan turun -0,5% jadi 43,952 MMT, regede produksi etanol naik +7,2% per tahun buat 29,259 million liter. Pada 21 April, USDA meramalkan produksi gula Brazil 2026/27 jadi 42,5 MMT, turun -3% setara tahun? mengcingpabrik lebih banyak stok tebu meredeks etanol daripada manis…?

Tinggalkan komentar