Tahun lalu, jumlah mahasiswa pendidikan tinggi mencapai 18,4 juta. Itu artinya 15,3 juta mahasiswa S1 dan 3,1 juta mahasiswa pascasarjana mungkin bertanya-tanya apakah mereka harus melaporkan pajak sebelum batas waktunya.
Buat banyak mahasiswa, melapor pajak adalah tanggung jawab baru yang sering membingungkan. Antara kerja paruh waktu dan beasiswa, ditambah status sebagai tanggungan di laporan pajak orang tua, tahu kapan harus lapor — dan caranya — bisa jadi menakutkan.
Meski kebanyakan situasi pajak mahasiswa relatif sederhana, memahami beberapa aturan penting bisa bantu kamu tahu kapan harus lapor, hindari kesalahan, dan dalam beberapa kasus, dapat pengembalian pajak yang lebih besar.
Jawabannya: Tergantung. Apakah seorang mahasiswa harus lapor pajak federal terutama tergantung pada status tanggungan dan penghasilan.
Memahami Status Tanggungan
Apakah orang tua bisa klaim kamu sebagai tanggungan punya peran besar dalam tentukan kewajiban lapor pajak dan hak manfaat pajak. Orang tua umumnya bisa klaim seorang mahasiswa sebagai tanggungan jika mahasiswa itu:
- Berusia di bawah 24 tahun dan terdaftar sebagai mahasiswa penuh waktu.
- Tinggal dengan orang tua saat tidak di kampus.
- Menerima lebih dari separuh dukungan keuangan dari orang tua.
Contohnya, seorang mahasiswa berumur 22 tahun yang penghasilannya $4.500, tinggal di rumah, dan bergantung pada orang tua, masih bisa diklaim sebagai tanggungan. Tapi, jika dia bayar sebagian besar biaya tempat tinggal, makanan, dan pengeluaran sendiri, mungkin dia tidak lagi memenuhi syarat sebagai tanggungan.
Memahami Syarat Penghasilan
Bahkan sebagai mahasiswa penuh waktu, kamu bisa punya penghasilan dari kerja paruh waktu atau pekerjaan sampingan. Menurut Internal Revenue Service, untuk tahun pajak 2025 (dilaporkan pada 15 April 2026), seorang mahasiswa tanggungan umumnya harus lapor jika memiliki:
- Penghasilan yang diraih setidaknya $15.750.
- Penghasilan dari pekerjaan lepas (self-employment) $400 atau lebih.
- Penghasilan tidak langsung (seperti dari investasi) melebihi $1.350.
Mari lihat beberapa contoh.
Seorang mahasiswa penuh waktu yang dapat $10.000 dari kerja paruh waktu biasanya tidak wajib lapor. Tapi, jika pajak penghasilan federal sudah dipotong dari gajinya, melapor bisa memungkinkan dia minta pengembalian.
Seorang mahasiswa yang dapat $600 dari kerja lepas di platform seperti Fiverr wajib lapor, karena penghasilan lepas di atas $400 kena pajak.
Tip Pajak: Mahasiswa bisa pakai alat IRS "Do I need to file a tax return?" untuk tentukan apakah mereka perlu lapor.
Beberapa mahasiswa mungkin untung dari melapor pajak meski penghasilannya di bawah batas wajib lapor. Situasi di mana melapor mungkin bijaksana termasuk:
- Mengklaim pengembalian pajak yang sudah dipotong.
- Memenuhi syarat untuk kredit pendidikan.
- Memenuhi syarat untuk kredit yang bisa dikembalikan, seperti Earned Income Tax Credit.
Contohnya, seorang mahasiswa yang dapat $7.500 selama kerja musim panas mungkin tidak wajib lapor, tapi mungkin ingin lapor karena bisa dapat pengembalian jika pajaknya dipotong.
Secara umum, beasiswa dan hibah tidak dianggap sebagai penghasilan kena pajak. IRS memberi beberapa panduan dasar untuk tentukan apakah uang beasiswa bebas pajak. Kamu harus penuhi kondisi berikut:
- Kamu sedang mengejar gelar di lembaga pendidikan yang memenuhi syarat.
- Uang beasiswamu dipakai untuk bayar uang kuliah dan biaya yang diperlukan untuk terdaftar di lembaga pendidikan itu.
- Uang beasiswamu dipakai untuk bayar pengeluaran terkait kuliah, seperti biaya wajib, buku, perlengkapan, dan peralatan.
Di sisi lain, uang beasiswa bisa kena pajak jika dipakai untuk pengeluaran lain seperti tempat tinggal, makan, dan perjalanan. IRS juga bilang bahwa penghasilan kena pajak termasuk uang yang kamu terima dari "mengajar, riset, atau layanan lain yang jadi syarat untuk terima beasiswa atau hibah itu."
Contoh, jika seorang mahasiswa terima beasiswa $15.000 dan pakai $10.000 untuk uang kuliah serta $5.000 untuk tempat tinggal, maka $5.000 yang dipakai untuk tempat tinggal harus dilaporkan sebagai penghasilan kena pajak.
Kredit pendidikan sangat membantu untuk mahasiswa karena tidak hanya bantu danai pendidikanmu, tetapi juga bisa kurangi jumlah pajak yang kamu bayar atau bahkan beri lebih banyak pengembalian pajak jika kamu harus lapor. Ada dua pilihan kredit pendidikan.
American Opportunity Tax Credit (AOTC)
Kredit ini tersedia untuk mahasiswa yang terdaftar minimal paruh waktu selama periode akademik di tahun 2025 sambil mengejar gelar terakreditasi. Berikut detail AOTC:
- Hingga $2.500 per mahasiswa yang memenuhi syarat.
- Sebagian bisa dikembalikan (hingga 40%).
- Terbatas untuk empat tahun pertama pendidikan tinggi.
Kredit ini juga tersedia untuk orang tua yang bayar pendidikan anak tanggungan. Untuk memenuhi syarat, penghasilan kotor yang disesuaikan harus kurang dari $90.000 atau $180.000 jika menikah dan lapor bersama.
Lifetime Learning Credit (LLC)
LLC adalah kredit yang tidak bisa dikembalikan dan punya lebih sedikit batasan daripada AOTC, karena mahasiswa hanya perlu terdaftar dalam satu kursus di tahun pajak 2025 untuk memenuhi syarat. Kredit ini juga tersedia untuk mahasiswa yang tidak mengejar gelar — kamu memenuhi syarat dengan ambil kursus untuk dapat atau tingkatkan keterampilan kerja.
Satu hal lain yang perlu dicatat: Tidak seperti AOTC, hukuman pidana narkoba tidak akan membuat seorang mahasiswa tidak memenuhi syarat.
Untuk memenuhi syarat, penghasilan kotor yang disesuaikan harus memenuhi standar yang sama seperti AOTC — $90.000 atau $180.000 jika menikah dan lapor bersama.
Ini contoh kedua kredit ini bekerja: Seorang mahasiswa S1 yang terdaftar minimal paruh waktu lebih mungkin memenuhi syarat untuk AOTC, sementara mahasiswa pascasarjana atau profesional yang ambil satu kursus mungkin memenuhi syarat untuk LLC.
Baca lebih lanjut: Bagaimana cara kerja kredit pajak pendidikan, dan siapa yang memenuhi syarat?
Mahasiswa pascasarjana umumnya ikuti aturan pajak dasar yang sama seperti mahasiswa S1, tapi penghasilan mereka lebih mungkin kena pajak. Salah satu alasannya adalah mereka cenderung tidak diklaim sebagai tanggungan.
Setiap mahasiswa pascasarjana yang terima tunjangan atau dapat penghasilan dari mengajar atau riset mungkin harus lapor, tergantung berapa banyak yang mereka hasilkan. IRS mencatat bahwa hanya dana beasiswa atau hibah yang dipakai untuk biaya pendidikan yang memenuhi syarat, seperti uang kuliah, biaya wajib, buku, perlengkapan, dan peralatan, yang bebas pajak. Uang yang dipakai untuk tempat tinggal, makan, atau biaya hidup lain umumnya harus dilaporkan sebagai penghasilan.
Sebagian besar, laporan pajak seorang mahasiswa akan cukup sederhana, artinya mereka harus hadapi biaya yang minimal. Bahkan mungkin untuk lapor secara gratis. IRS menawarkan layanan online untuk itu.
Opsi lain untuk lapor gratis adalah program Volunteer Income Tax Assistance (VITA) dari IRS. Program ini tawarkan bantuan pajak dasar untuk individu yang penghasilannya kurang dari $69.000 per tahun, punya disabilitas, atau kemampuan bahasa Inggris terbatas.
Lokasi VITA biasanya bisa ditemukan di pusat komunitas, perpustakaan, sekolah, dan lokasi lain. Temukan yang dekat kamu dengan pakai IRS site locator.
Beberapa perusahaan, seperti H&R Block, tawarkan layanan lapor online gratis untuk mahasiswa — asalkan mahasiswa melapor dengan formulir pajak yang lebih umum.
Pelajari lebih lanjut: Cara lapor pajak kamu secara gratis
Mahasiswa yang adalah mahasiswa penuh waktu dan tercatat sebagai tanggungan — antara usia 19 dan 24 — di laporan pajak orang tua tidak harus bayar pajak. Mahasiswa yang penghasilannya setidaknya $15.750 (atau $1.350 penghasilan tidak langsung) di tahun pajak 2025 tidak bisa lapor sebagai tanggungan dan harus isi laporan pajak sendiri. Mahasiswa paruh waktu juga bisa memenuhi syarat sebagai tanggungan jika mereka tidak dapat lebih dari $5.050 di tahun 2025 dan tidak terima lebih dari setengah dukungan keuangan total dari orang tua.
American Opportunity Tax Credit (AOTC) dan Lifetime Learning Credit (LLC) adalah dua kredit utama yang tersedia untuk mahasiswa. AOTC punya standar kelayakan lebih ketat daripada LLC, tapi keduanya bisa beri kredit pajak sebesar $2.500 (AOTC) atau $2.000 (LLC), asalkan mahasiswa memenuhi kualifikasi tertentu.
Tidak — pengurangan ini dihapus pada tahun 2020. Kredit sekarang jadi cara utama untuk hemat.