Jefferies Potong Target Harga Mercury Systems (MRCY) Jadi $80, Pertahankan Rekomendasi Tahan

Perusahaan Mercury Systems Inc (MRCY) ada di daftar 7 Saham Pertahanan Mid-Cap Terbaik untuk Investasi. Tanggal 7 April, Jefferies turunin target harga sahamnya jadi $80 dari $85, sebagai bagian dari penyesuaian estimasi Q3 mereka. Firma itu pertahankan rating ‘Hold’ yang sebelumnya.

Jefferies Turunkan Target Harga untuk Mercury Systems, Inc. (MRCY) ke $80, Tetap Pertahankan Rating Hold

Hingga penutupan pasar hari Jumat lalu, saham ini mendapat rekomendasi ‘Moderate Buy’ dengan potensi kenaikan harga rata-rata 15% menurut tujuh analis.

Minggu lalu, perusahaan dapat kontrak dari L3Harris untuk suplai solid-state data recorders (SSDR) untuk konstelasi satelit Tracking Layer Tranche 3 milik Space Development Agency.

Ini lanjutan dari pengiriman data recorder Mercury Systems Inc untuk konstelasi Tranche 0 dan Tranche 1 sebelumnya, dan baru-baru ini juga sediakan SSDR untuk satelit Tranche 2 ke L3Harris.

Awal Maret lalu, Mercury umumkan akuisisi perusahaan SolderMask untuk bantu tingkatkan produksi di program-program penting. Firma itu dikenal ahli dalam aplikasi dry film solder mask, yang dipakai di beberapa inisiatif Mercury, termasuk program Lower Tier Air and Missile Defense Sensor (LTAMDS) Angkatan Darat.

Mercury Systems Inc menyediakan mission-critical processing yang bantu tingkatkan aksesibilitas teknologi canggih untuk misi aerospace dan pertahanan yang kompleks. Sahamnya sudah naik 9% sejauh ini di tahun 2026.

Meski kami akui potensi MRCY sebagai investasi, kami percaya beberapa saham AI tawarkan potensi naik lebih besar dan risiko turun lebih kecil. Jika Anda cari saham AI yang sangat undervalued dan juga dapat manfaat besar dari tarif era Trump dan tren onshoring, lihat laporan gratis kami tentang saham AI jangka pendek terbaik.

BACA SELANJUTNYA: 12 Saham Aerospace Terbaik untuk Dibeli Sekarang dan Portofolio Saham Donald Trump: 8 Saham yang Dimiliki Presiden.

MEMBACA  Gedung Putih Dorong Kembali Coke Gula Tebu, Perang Soda Berkobar Lagi

Pengungkapan: Tidak ada. Ikuti Insider Monkey di Google News.

Tinggalkan komentar