CEO JPMorgan Jamie Dimon memperingatkan bahwa Amerika Serikat mulai mirip Eropa dalam hal pertahanan.
Dalam forum Hill and Valley, Dimon menyatakan rasa frustasinya dengan kebijakan di AS yang menghambat negara. Dia memberi contoh aturan dan prosedur yang rumit, serta campur tangan Kongres, yang memperlambat proses pengadaan Departemen Pertahanan.
“Kita jadi seperti Eropa, tidak bisa bergerak cepat—mengubah anggaran, mengubah pengadaan. Biarkan orang melakukan yang diperlukan,” ujarnya.
Salah satu saran Dimon adalah melibatkan lebih banyak perusahaan swasta untuk membuat peralatan militer. Perusahaan seperti SpaceX, Palantir, dan Anduril kini semakin dilirik karena teknologi mereka. Baru-baru ini, Anduril mendapatkan kontrak besar dari Departemen Pertahanan.
Dimon menekankan bahwa memperkuat militer sangat penting, terutama dengan ancaman konflik dengan China. Hubungan AS dan China memburuk dalam beberapa tahun terakhir, terutama dalam persaingan teknologi AI dan chip. Dia juga menyoroti risiko invasi China ke Taiwan, yang memasok 90% chip paling canggih di dunia.
Meski begitu, AS perlu mencontoh China di beberapa sektor, seperti pembuatan kapal dan baterai. “Kita harus melihat kekurangan kita sendiri dan bersiap jika mereka menjadi musuh,” kata Dimon.
Komentar ini muncul saat biaya perang dengan Iran melonjak. Pentagon meminta tambahan dana besar dari Kongres. Namun, Dimon justru melihat sisi positif. Dia berpendapat perang ini bisa mendorong perdamaian permanen di Timur Tengah, karena negara-negara Teluk seperti Arab Saudi dan UAE menyadari mereka butuh kedamaian untuk menarik investasi.
Serangan Iran ke pusat data di UAE dan Bahrain telah menakutkan investor. Padahal, negara-negara Teluk telah berusaha mendiversifikasi ekonomi mereka agar tidak tergantung pada minyak.
Dimon menyebut Iran sebagai “ancaman teroris” yang telah membunuh warga Amerika selama puluhan tahun. Saat ini, pemerintah AS dikabarkan sedang bernegosiasi dengan Iran.
“Perang Iran justru memberikan peluang lebih baik untuk perdamaian di Timur Tengah dalam jangka panjang,” ujar Dimon optimis.