Investor aktivis Starboard memperketat lingkaran kendali atas Lamb Weston

Seorang investor aktivis bernama Starboard Value sudah mendesak Lamb Weston, perusahaan pembuat produk kentang beku, untuk mengembalikan kepercayaan pasar dan kasih tau jalan yang jelas menuju pertumbuhan laba yang “berkelanjutan”.
Di dalam surat kepada dewan Lamb Weston yang berbasis di AS, Starboard bilang perusahaan ini lagi ada di “persimpangan kritis” dan harus pertama-tama “membangun ulang dasar ceritanya”.

Investor itu nambahin: “Kami percaya forum yang tepat untuk ini adalah hari investor, karena itu memungkinkan perusahaan untuk mengatur ulang narasi, ngomongin jalannya menuju pertumbuhan laba yang kuat, dan membangun ulang kepercayaan investor.”
Starboard yang kantor pusatnya di New York udah ngungkapin bahwa mereka punya saham yang “signifikan” di Lamb Weston sejak Maret dan minta untuk tinjauan ulang aset luar negeri, termasuk kemunginan jual beberapa operasi di wilayah APAC.

Lewat suratnya kemarin (30 April), firma ekuitas swasta itu mendorong margin EBITDA(yang sudah disesuaikan turunan laba) sebesar 25% pada tahun fiskal 2029 lewat “campuran yang seimbang antara pertumbuhan pendapatan yang menguntungkan dan potongan biaya”.
Mereka bilang, itu bakal jadi langkah pertama untuk “mengatur ulang laba ke level yang lebih normal”.

Mereka menyarankan bahwa meskipun udah ada inisiatif penghematan biaya sebesar $250 juta sebelumnya, “masih ada peluang besar” buat mengatur ulang laba, terutama di biaya SG&A (biaya penjualan, umum, dan administrasi).

“Kami percaya perusahaan harus bingkai peluang ini dengan sasaran margin yang jelas, bukan angka penghematan absolut, biar investor bisa liat kemajuan nyata dan percaya potensi perbaikan laba. Mengatur ulang laba aja itu tidak cukup.”
Starboard juga mendesak Lamb Weston untuk menilai jejak globalnya dan tentukan area yang paling “strategis”.

MEMBACA  Anthony Cacace Menang KO atas Leigh Wood di Ronde 9, Pertahankan Gelar Juara IBO

Di waktu yang sama, mereka akui Lamb Weston adalah bisnis yang “berkualitas tinggi” tapi kritik kesalahan manajemen sebelumnya yang mereka bilang bikin kehilangan pangaa pasar dan turunnya laba.
“Kami percaya kualitas inti yang dulu bikin penilaian tingginya masih ada, termasuk struktur industri yang ketat, hambatan masuk yang tinggi, cara bersaing yang rasional, dan kekuasaan harga yang struktural,” kata Starboard lanjut.

“Meskipun kami yakin besar, pasar belum sepenuhnya percaya.”
Investor itu, ngajak Lamb Weston untuk perlihatkan sebuah “kerangka kerja laba jangka panjang” yang sejalan dengan perusahaan konsumen “kelas atas”.

Mereka nambahin: “Kami percaya pertumbuhan pendapatan rendah hingga menengah adalah mungkin dan harus jadi dasar dari cara pertumbuhan laba perusahaan dalam jangka panjang.”
Lamb Weston Tercatat di New York lewat IPO tahun 2016. Investor aktivis Jana Partners udah masuk pada 2024, bilang sahamnya “murah”, tapi kritik manajemen karena “banyak kesalahan sendiri yang bikin kurang bagus bagi pemilik saham”.

Seorang CEO baru, Michael Smith, langsung ditunjuk mulai awal 2025 setelah sebelumnya jadi COO. (Jana Partner menolak langkah ini) dan dorong kemingkinan jual perusahaan itu.

Tinggalkan komentar