Inilah Rencana Saya Menghadapi Runtuhnya Pasar Saat Pensiun Tiba

Saya sering nulis tentang investasi dan keuangan pribadi, dan saya tahu kalo pasar saham jatuh bisa bikin deg-degan. Tapi saya juga tahu, kalo kita masih ada puluhan tahun lagi sebelum pensiun, kita tidak usah panik saat pasar turun.

Tapi gimana kalo pasar tiba-tiba jatuh pas kita mau pensiun? Wah, timing-nya pasti parah banget.

Sayangnya, situasi ini mungkin ga bisa dihindari. Tapi penting banget punya rencana cadangan. Ini rencana saya.

Kalau pasar jatuh beberapa bulan *setelah* pensiun, mungkin masih ok. Tapi kalo jatuh *sebelum* saya resmi pensiun, hal pertama yang mungkin saya lakukan adalah rencana untuk memperpanjang karir saya sedikit.

Saya sebenernya berharap bisa tetap kerja walau udah pensiun, tapi dalam kapasitas yang lebih ringan. Tapi ketika saya bicara pensiun, suami saya juga termasuk. Pekerjaannya sulit untuk dilakukan paruh waktu. Jadi ketika saya bilang akan menunda pensiun, maksudnya kami berdua akan coba kerja lebih lama dari rencana awal. Tapi itu tidak bisa dijamin, makanya itu bukan satu-satunya solusi.

Saya dan suami punya gambaran tentang masa pensiun kami. Tapi kami juga fleksibel dengan rencana itu.

Kami sadar, kalo pasar saham anjlok, kami mungkin perlu mengurangi pengeluaran untuk menjaga tabungan pensiun. Itu bisa seperti apa?

Rencana kami banyak melibatkan perjalanan pakai RV. Kami bisa melakukannya dengan menginap di perkemahan murah dan masak sendiri, atau bisa juga di taman RV mewah dan sering makan di restoran.

Kami terbiasa hidup sederhana. Dan kami mau melakukannya kalo itu bisa menghemat ribuan dolar setahun, terutama saat kondisi pasar mungkin membuat kami harus mengambil uang dari IRA dan 401(k) seminimal mungkin.

MEMBACA  Saham Scotiabank Turun karena Rugi Laba, Beban pada Bank China

Salah satu bagian terpenting dari rencana cadangan saya adalah punya cadangan uang tunai. Aturan umumnya, punya cukup uang tunai untuk biaya hidup dua sampai tiga tahun saat pensiun. Ini memberi kesempatan untuk tidak perlu menjual investasi saat pasar turun, yang bisa mengunci kerugian dan susah untuk pulih.

Saya mungkin akan lebih memilih menyimpan uang tunai untuk biaya hidup tiga sampai empat tahun. Jumlahnya banyak, dan berarti saya mungkin kehilangan kesempatan dapat return yang lebih tinggi. Tapi itu bisa menjadi pembeda antara harus panik atau tetap tenang melewati masa pasar yang tidak stabil.

Krisis pasar pas kita mau pensiun bisa mengacaukan rencana. Tapi tidak harus begitu. Kalau kamu punya rencana untuk menghadapinya, kamu mungkin bisa tetap lanjut pensiun walau kondisi pasar tidak ideal.

Tinggalkan komentar