Indeks S&P 500 Tumbang untuk Kelima Kalinya Didorong Tekanan Sektor Teknologi AMD Anjlok 17,3% Pimpin Pelemahan Saham Teknologi

Lagi-lagi saham teknologi turun dan ini bikin tekanan di Wall Street hari Rabu.

Indeks S&P 500 turun 0.5%, ini udah rugi kecil yang kelima dalam enam hari terakhir. Dow Jones Industrial Average malah naik 260 poin (0.5%), sementara indeks Nasdaq gabungan anjlok 1.5%.

Saham yang naik di dalam S&P 500 jumlahnya lebih dari dua kali lipat daripada yang turun, tapi jatuhnya saham teknologi tetap aja bikin tekanan buat indeks itu untuk hari kedua berturut-turut.

Advanced Micro Devices (AMD) jatuh 17.3% padahal perusahaan chip itu laporkan laba untuk kuartal terakhir yang lebih bagus dari perkiraan analis. Mereka juga kasih ramalan pendapatan untuk awal 2026 yang lebih tinggi dari ekspektasi analis, tapi kayaknya itu belum cukup bagi investor soalnya sahamnya udah naik dua kali lipat dalam 12 bulan terakhir.

Saham teknologi secara luas lagi dapat tekanan, meskipun mereka kasih laba yang lebih kuat dari yang diharapkan. Saham-saham Teknologi Besar dikritik karena harganya udah kelewat tinggi setelah mendominasi pasar selama bertahun-tahun. Sementara itu, perusahaan seperti pembuat software, berjuang dengan pertanyaan apakah mereka bakal kalah di masa depan sama pesaing yang pakai teknologi kecerdasan buatan.

Uber Technologies juga bikin pasar turun setelah jatuh 5.1%. Perusahaan taksi online itu laporkan hasil untuk kuartal terakhir yang di bawah ekspektasi analis. Mereka juga kasih ramalan laba untuk kuartal ini yang lebih rendah dari perkiraan analis, sambil mengumumkan kepala keuangan baru.

Tapi beberapa saham teknologi tetap naik, termasuk Super Micro Computer yang melonjak 13.8%. Perusahaan yang jual server AI dan peralatan lain itu kasih laba untuk kuartal terakhir yang lebih kuat dari perkiraan analis.

MEMBACA  Sinergi untuk Menguatkan Sistem Pertahanan Nasional

Eli Lilly naik 10.3% setelah laba kuartal terakhirnya mengalahkan ekspektasi analis. Perusahaan ini lagi naik daun karena pertumbuhan besar dari produk Mounjaro dan Zepbound buat diabetes dan penurunan berat badan.

Match Group naik 5.9% setelah laporkan hasil yang lebih bagus dari perkiraan analis dan naikin dividennya. Perusahaan ini ngasih kredit ke tanda-tanda awal sukses dari usaha buat ningkatin hasil bagi pengguna. Misalnya, fitur verifikasi wajah baru untuk layanan Tinder-nya bikin interaksi dengan “oknum nakal” turun tajam di tempat yang udah menerapkan fitur itu.

Walmart naik tipis 0.2%, sehari setelah nilai pasarnya totalnya tembus $1 triliun untuk pertama kalinya. Perusahaan ritel ini sekarang masuk ke klub kecil yang didominasi perusahaan Teknologi Besar kayak Nvidia dan Apple, yang masing-masing harganya lebih dari $4 triliun.

Secara keseluruhan, S&P 500 turun 35.09 poin ke 6,882.72. Dow Jones Industrial Average naik 260.31 ke 49,501.30, dan indeks gabungan Nasdaq jatuh 350.61 ke 22,904.58.

Harga emas dan perak naik setelah memotong kenaikan yang lebih besar di awal sesi. Emas nambah 0.3% jadi $4,950.80 per ons setelah sebelumnya naik lagi di atas tanda $5,000. Harganya lagi berayun tajam setelah naik sekitar dua kali lipat dalam 12 bulan. Sempat hampir $5,600 minggu lalu trus turun di bawah $4,500 hari Senin.

Harga perak, yang perjalanannya malah lebih liar, naik 1.3%.

Harga mereka melonjak karena investor nyari tempat yang lebih aman buat nyimpen uang mereka di tengah kekhawatiran soal segala hal, dari tarif sampai melemahnya Dollar AS sampai utang besar pemerintah di seluruh dunia. Tapi para kritikus bilang harganya naik terlalu jauh dan terlalu cepat, jadi udah waktunya untuk koreksi.

MEMBACA  Kursus dan Sertifikat AI Gratis Terbaik untuk Meningkatkan Keterampilan di Tahun 2026 — Semua Sudah Saya Coba

Di pasar obligasi, imbal hasil Treasury tetap relatif stabil setelah beberapa laporan campuran tentang ekonomi AS.

Satu laporan dari ADP Research nunjukkin bahwa perusahaan di AS di luar pemerintah hire lebih sedikit pekerja bulan lalu dari yang diperkirakan ekonom. Laporan kedua dari Institute for Supply Management bilang bahwa pertumbuhan untuk bisnis layanan AS seperti kesehatan dan konstruksi terus berlanjut di Januari dengan kecepatan yang sama seperti yang diperkirakan ekonom.

Tapi laporan kedua itu juga nandain bahwa harga yang dibayar oleh bisnis jasa AS naik lebih cepat di Januari, yang bisa jadi sinyal yang nggak bagus untuk inflasi.

Imbal hasil obligasi pemerintah 10-tahun turun tipis ke 4.27% dari 4.28% di akhir hari Selasa.

Di pasar saham luar negeri, indeks di Eropa dan Asia beragam.

Nikkei 225 Jepang turun 0.8% dari rekor tertingginya. Nintendo anjlok 11%, padahal perusahaan game itu laporkan laba yang kuat. Investor dan analis khawatir apakah momentum penjualan untuk konsol game Switch 2 yang diluncurkan tahun lalu bisa dipertahankan.

Sementara itu, Kospi Korea Selatan naik 1.6% ke rekor baru lagi.

___

Kontribusi dari Penulis Bisnis AP Chan Ho-him dan Matt Ott.

Tinggalkan komentar