Ikon Tombol Panah Bawah

Kuliah itu mahal, dan makin banyak orang yang ragu akan manfaatnya. CEO Palantir Alex Karp bilang tidak terlalu penting karyawannya kuliah dimana dulu. CEO Apple Tim Cook juga bilang gelar 4 tahun bahkan tidak wajib untuk bekerja di perusahaanya. Kemajuan AI semakin menambah keraguan akan nilai gelar kuliah. Tapi beberapa ahli ekonomi bilang, kuliah masih punya nilai tersendiri, yaitu mengajarkan hal-hal yang tidak bisa dipelajari oleh AI.

Carl Benedikt Frey, ahli ekonomi dari Universitas Oxford, punya pandangan suram untuk masa depan pekerjaan kantoran di AS. Menurut dia, seiring AI makin maju, pekerjaan berkemampuan tinggi malah lebih mungkin dikirim ke luar negeri.

"Kalau AI membuat pekerjaan ini lebih mudah, akan makin banyak aktivitas pindah ke tempat dimana tenaga kerja lebih murah, baik itu India atau Filipina," kata Frey kepada Fortune. "Ini akan memberikan tekanan besar pada gaji pekerja pengetahuan."

Meski begitu, Frey bilang mendapat gelar sarjana tetap berguna. Kuliah memberikan tiga kemampuan inti dimana manusia masih unggul dari AI: interaksi sosial yang rumit, kreativitas, dan ketahanan.

Interaksi Sosial yang Rumit

Meski AI berkembang pesat dalam komunikasi, Frey bilang justru itu membuat interaksi antar manusia makin berharga. "Nilai kemampuan sosial telah naik dalam dekade terakhir, sementara nilai kemampuan matematika cenderung turun," ujarnya.

Itu karena AI tidak bisa memimpin rapat sebaik ia menyelesaikan soal matematika. Komunikasi dan kecerdasan emosional adalah hal yang tidak bisa ditiru model AI—setidaknya untuk sekarang—sehingga nilainya tetap di dunia kerja.

Kreativitas

Memang, kita bisa minta ChatGPT membaca lagu Rolling Stones dengan gaya William Shakespeare. Tapi kreativitas manusia lebih dari sekedar menghafal dan mengulang informasi dalam format beda. Ini butuh kemampuan berpikir beda dan mendobrak batas.

MEMBACA  Indeks Dow turun, Nasdaq melonjak saat langkah tarif terbaru Trump memicu perdagangan yang volatile.

"Kalau kamu tanya model bahasa besar di tahun 1900, ‘akankah manusia bisa terbang?’" kata Frey, "Ia akan simpulkan tidak ada burung berbobot lebih dari 30 pon yang bisa terbang."

Itu sebabnya kreativitas makin kritis bagi pekerja. Laporan Masa Depan Pekerjaan 2025 Forum Ekonomi Dunia juga bilang berpikir kreatif makin penting seiring bangkitnya AI.

Ketahanan

Frey bilang AI tidak punya ketahanan untuk berfungsi seperti manusia. Ia bisa berikan banyak informasi dengan sekali klik. Tapi ia tidak bagus di lingkungan yang terus berubah, seperti dunia nyata.

"Buku pelajaran S1 tidak banyak berubah dalam beberapa dekade terakhir," kata Frey. "AI bersinar sebagai tutor di lingkungan yang relatif statis itu."

Artinya, fleksibilitas akan makin berharga seiring AI makin canggih. Laporan WEF juga menyebut ketahanan sebagai skill yang makin penting. Para pemimpin bisnis mencatat pentingnya di era AI, bilang itu sifat yang diperlukan untuk menghadapi banyak perubahan saat adopsi AI.

"Di profesi dimana ada banyak perubahan dan pekerjaan kamu berubah setiap hari, [pekerjaan itu] kecil kemungkinannya untuk diotomatisasi," pungkas Frey.

Tinggalkan komentar