Ikon Tombol Panah Bawah

Pada Maret 2020, Airbnb hampir melakukan IPO yang akan menjadi puncak dari kesuksesan besar mereka di Silicon Valley. Lalu, semua perjalanan di seluruh dunia berhenti.

Dalam beberapa minggu, bisnis perusahaan itu runtuh karena perbatasan ditutup, penerbangan dibatalkan, dan orang-orang tinggal di rumah saja. Bagi Ellie Mertz, yang sekarang jadi CFO Airbnb, ini adalah krisis perusahaan yang membuat aturan keuangan biasa jadi hampir tidak berguna. Perencanaan skenario, katanya dalam wawancara di Fortune Next to Lead, tidak bisa dipakai dalam ketidakpastian yang “jauh lebih besar” dari yang biasa perusahaan hadapi.

Momen itu menjadi ujian penting untuk model bisnis Airbnb dan kepemimpinannya. Seperti banyak perusahaan di awal pandemi, Airbnb menghadapi masalah: hemat uang untuk bertahan, atau bantu tamu dan host yang membuat bisnis ini ada. Mereka pilih untuk bantu komunitasnya.

Di puncak krisis, Airbnb mengizinkan tamu membatalkan pesanan gratis, termasuk yang seharusnya tidak bisa direfund. Bersamaan itu, mereka bayar host total $250 juta untuk mengganti kerugian mereka karena pembatalan. Ini keputusan mahal untuk perusahaan yang pendapatannya jatuh banyak. Tapi Mertz bilang ini lebih dari sekadar hitungan uang. Ini tentang merek seperti apa Airbnb ingin jadi setelah krisis.

Dalam jangka pendek, pilihan yang lebih aman mungkin hemat uang dan biarkan pasar yang tentukan. Tapi merek seperti Airbnb tidak bisa sukses hanya dengan transaksi saja. Ketahanan mereka dibangun dari kepercayaan, terutama saat pelanggan dan mitra sedang susah.

Jenis ketahanan merek seperti itu sulit dihitung di spreadsheet, tapi bisa tentukan arah perusahaan untuk tahun-tahun kedepan. Kalau Airbnb memaksa tamu menanggung kerugian untuk perjalanan yang tidak bisa mereka ambil, mereka bisa kelihatan mencari untung saat orang sedang takut dan kesulitan keuangan. Jika mereka biarkan host tanggung sendiri, itu bisa rusak sisi pasokan dan buat pengusaha di platformnya jadi tidak loyal. Dengan menanggung beban kedua pihak, Airbnb pada dasarnya membayar untuk melindungi relevansi mereka di masa depan.

MEMBACA  Ikon Tombol Panah Bawah

Pilihan itu menunjukkan bagaimana Mertz memandang peran CFO sekarang. Di banyak perusahaan, keuangan masih dilihat sebagai fungsi pengawasan, untuk batasi hal-hal dan bilang ‘tidak’. Mertz tidak setuju dengan pandangan sempit itu. Di Airbnb, dia lihat keuangan sebagai mitra strategis, yang bertugas melindungi bisnis sambil membantu mencapai tujuan.

Pandemi membuat filosofi itu nyata. Airbnb tidak hanya coba bertahan, katanya. Mereka ingin keluar dari krisis dengan kepercayaan tetap utuh dan merek yang cukup kuat untuk pulih lebih cepat dari industri sekitarnya. Itu juga mengajarkan pelajaran penting untuk Mertz: Di momen yang paling penting, tugas pemimpin adalah membantu memutuskan apa yang layak dilindungi selain angka-angka.

Tonton wawancara lengkapnya di sini.

Ruth Umoh
[email protected]

Smarter in seconds

Demam fiber. Eksekutif yang menjalankan bid $250B AT&T untuk menyambungkan ekonomi AI

Selera risiko. Bagaimana CEO Nasdaq Adena Friedman temukan pekerjaan idealnya: ‘Saya sadar saya lebih suka mengambil risiko daripada mengelola risiko’

Lelah dengan prompt. Ketika penggunaan AI bikin ‘otak gosong’

Leadership lesson

CFO Airbnb tentang perkembangan karir: “Saya mendorong semua orang di tim saya untuk…mengembangkan keahlian mereka dan juga membangun merek pribadi sebagai orang yang gesit—sebagai seseorang yang punya inisiatif dan bisa hadapi tantangan baru.”

News to know

Pendiri Lululemon sedang bertarung habis-habisan dengan dewan perusahaannya, menuduh mereka merusak merek perusahaan. Fortune

Tidak satu pun film nominasi Best Picture tahun ini dibuat terutama di Hollywood, menunjukkan betapa industrinya telah bergeser dari Los Angeles. Fortune

Tim AI terapan baru Meta menerapkan manajemen datar secara ekstrem, bertaruh bahwa lebih sedikit manajer akan percepat inovasi. Fortune

Negara bagian merah dan biru berbeda soal pajak penghasilan untuk orang kaya, dan para miliarder sedang bersiap pindah. WSJ; Fortune

MEMBACA  Apakah Saham PNC Financial Berkinerja di Bawah Indeks S&P 500?

The Giving Pledge kehilangan pengaruh karena miliarder beralih dari filantropi ke politik. NYT

Wanita kulit hitam memulai bisnis dengan tingkat tercepat dari grup mana pun, didorong sebagian oleh iklim korporat yang lebih dingin. WSJ

Berikut ini adalah beberapa cara ngehemat listrik dirumah:

1. Matikan lampu kalo gak dipake. Ini cara paling gampang!
2. Cabut kabel dari stop kontak kalo alat elektroniknya tidak dipakai. Biar lebih irit daya.
3. Gunakan AC dengan suhu yang tepat, jangan terlalu dingin. Sekitar 24-25 derajat sudah cukup nyaman.
4. Pilih peralatan elektronik yang hemat energi saat beli barang baru. Cari logo hemat energi.
5. Manfaatin sinar matahari untuk menerangi dan menjemur pakaian daripada pake mesin pengering.

Dengan langkah sederhana ini, kita bisa mengurang tagihan listrik dan juga membantu lingkungan.

Tinggalkan komentar